Suara.com - Setiap menjelang Hari Buruh 1 Mei, topik perbedaan May Day dan Mayday selalu ramai diperbincangkan. Sekilas memang serupa tapi ternyata tidak sama alias beda maksud. Lantas, apa perbedaannya? Artikel ini akan mengulas singkat.
Hari Buruh Internasional diperingati tanggal 1 Mei, sebagai wujud perayaan dalam mengenang perjuangan hak-hak pekerja. Selain itu, mampu meningkatkan kesadaran Pemerintah maupun masyarakat terkait hak buruh.
Masyarakat yang berada di berbagai negara sering menyebut peringatan Hari Buruh Internasional menggunakan istilah May Day. Kata May Day mengandung frasa, kalau Mayday penulisannya disambung punya makna berbeda.
Sejarah Lahirnya May Day
Sebelum mengulas tentang perbedaan May Day dan Mayday, lebih baik mengetahui terlebih dahulu sejarah tercetusnya Hari Buruh setiap 1 Mei.
Saat dunia belum memasuki abad ke-19, kata May Day umumnya digunakan sebagai penanda adanya perubahan musim, yaitu pergantian ke musim semi (spring) di Amerika Serikat.
Melansir dari tirto.id, May Day termasuk hari yang berkaitan dengan persatuan, kebersamaan serta kelahiran kembali. Saat momen tersebut datang, biasanya semua orang akan mengadakan perkumpulan untuk merayakan kehidupan.
Seiring berjalannya waktu, makna pada istilah tersebut menjadi bergeser. Bukan berbicara tentang perayaan kehidupan, melainkan menegaskan kembali terkait Hari Pekerja Internasional.
May Day merupakan hari perayaan untuk merayakan hak-hak buruh yang hanya perlu bekerja selama 8 jam sehari di Amerika Serikat.
Baca Juga: 25 Ucapan Hari Buruh 2026, Inspiratif untuk Sesama Pekerja
Lahirnya May Day sebagai Hari Buruh telah diprakarsai oleh federasi internasional, berupa kelompok sosialis serta serikat buruh yang menetapkan 1 Mei sebagai hari untuk mendukung pekerja.
Selain itu, tanggal tersebut dikhususkan untuk memperingati kerusuhan berupa gelombang unjuk rasa pekerja yang menuntut berbagai haknya di Haymarket Chicago tahun 1886.
Tepat satu abad berikutnya atau abad ke-20, 1 Mei menjadi hari libur yang disahkan resmi Uni Soviet. Sementara itu, negara komunis lain juga telah menentukannya sebagai Hari Solidaritas Buruh Internasional.
Meskipun begitu, Amerika Serikat tidak mengadakan perayaan apapun pada 1 Mei, melainkan pada hari senin pertama di bulan September.
Dengan kata lain, 1 Mei adalah Hari Loyalitas, masuk sebagai hari libur resmi tetapi tidak diakui secara luas di Amerika Serikat.
Namun demikian, penetapan tanggal Hari Buruh yang tidak tepat pada 1 Mei juga mengandung alasan lain berupa upaya untuk menghindari peringatan kerusuhan di Chicago tahun 1886.
Berita Terkait
-
25 Ucapan Hari Buruh 2026, Inspiratif untuk Sesama Pekerja
-
Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja
-
Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123