News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 18:29 WIB
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Presiden KSPSI Andi Gani mengumumkan perayaan Hari Buruh di Monas pada 1 Mei 2026 akan dilaksanakan secara mandiri.
  • Pendanaan acara bersumber dari semangat gotong royong dan swadaya para buruh tanpa melibatkan pihak pengusaha atau oligarki.
  • Panitia tidak merinci total biaya karena logistik transportasi serta konsumsi disediakan langsung oleh anggota dari berbagai konfederasi.

Suara.com - Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, membeberkan mekanisme pendanaan di balik persiapan besar perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan digelar di Monas pada 1 Mei 2026.

Meski diperkirakan menelan biaya yang sangat besar, ia menegaskan bahwa kekuatan utama penyelenggaraan acara ini terletak pada kemandirian dan semangat gotong royong para buruh.

Ia menjelaskan bahwa menyediakan kebutuhan bagi ratusan ribu orang bukanlah perkara mudah, namun ia enggan merinci total nominal yang dihabiskan.

"Baik, begini. Yang pertama, saya tidak dapat menyebutkan asal dananya dari mana. Kalau dananya berapa besar ya pasti besar sekali. Satu, 400.000 porsi makanan,” ujar Andi dalam konferensi persnya di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menekankan bahwa banyak anggota dari berbagai konfederasi yang bergerak secara swadaya. Menurutnya, hal itu terlihat dari bagaimana para buruh membiayai kebutuhan logistik mereka sendiri, mulai dari transportasi hingga konsumsi.

“Lalu kemudian kawan-kawan juga teman-teman sini banyak yang mandiri. Saya tegaskan banyak yang mandiri. Ada yang bayar bus sendiri, ada yang bawa makan, ini kan gotong royong, bayangkan. Jadi benar-benar saya membuka pintu kepada teman-teman konfederasi silakan. Ada bahkan yang menyiapkan PUK-PUK di pabrik, makan, snack bawa sendiri. Ini kenyataan,” jelasnya.

Ia juga memberikan jaminan keras bahwa tidak ada campur tangan pengusaha besar maupun kekuatan oligarki di balik pendanaan acara tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas pergerakan buruh agar tetap murni.

“Tapi intinya acara ini terselenggara berkat tangan-tangan orang baik, yang peduli dengan gerakan buruh. Dan saya pastikan, tidak ada oligarki, tidak ada pengusaha besar mana pun yang menanggung biaya May Day. Saya jamin 1000%. Ini tidak ada cerita di balik nanti setelah May Day ada perusahaan konglomerat membayar, saya pastikan tidak ada karena saya tahu persis dari mana asal dana tersebut. Saya pastikan, tidak ada,” tegasnya.

Mengenai total biaya secara keseluruhan, Andi kembali menegaskan bahwa sulit untuk mengalkulasi angka pastinya karena sifatnya yang tersebar di berbagai kelompok (PUK).

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan

"Oh biaya tidak dapat saya sampaikan. Karena semua gotong royong, bayangin kan. Jadi tidak dapat saya sampaikan berapa jumlahnya, tapi bayangkan aja kalau hitung berapa lah itu sembako. Jadi ini gotong royong kok gini, KSPSI Pak Jumhur bawa makan sendiri. Lalu Pak Nyarta, ada anggotanya yang membuat kreasi makan sendiri. Lalu Bung Ristandi, juga mandiri, sebagian PUK-nya membiayai bis. Jadi semua ini kita tidak ada yang tergantung. Semua bergerak dengan berjalan,” pungkasnya.

Load More