- Pemerintah akan menerbitkan Permenaker baru mengenai aturan alih daya yang lebih ketat sebelum 1 Mei 2026.
- Presiden akan meresmikan Satgas Mitigasi PHK lintas sektoral untuk melindungi pekerja dan meningkatkan kesejahteraan buruh Indonesia.
- Satgas tersebut melibatkan seluruh pimpinan serikat buruh serta kementerian terkait untuk menangani perlindungan kerja dan jaminan sosial.
Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, membawa kabar positif bagi para pekerja di seluruh Indonesia. Pemerintah dipastikan akan segera mengumumkan aturan terbaru mengenai outsourcing (alih daya) dan meresmikan Satgas Mitigasi PHK sebelum perayaan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 mendatang.
Ia memberikan sedikit bocoran bahwa aturan outsourcing yang akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) tersebut akan mengadopsi kembali semangat perlindungan dari regulasi lama.
“Aturan outsourcing sebentar lagi diumumkan, insyaallah sebelum May Day. Presiden akan menyampaikan sendiri langsung, mungkin malam ini atau besok mengenai aturan outsourcing akan diatur dalam Permenaker. Outsourcing saya kasih spill saja secara garis besar, outsourcing dalam garis besar akan kembali ke Undang-Undang 13 2003,” ujar Andi dalam konferensi persnya di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Perubahan ini, menurut Andi, akan membuat praktik alih daya menjadi lebih ketat dan terukur, berbeda dengan kondisi saat ini yang dinilai terlalu bebas.
“Berarti diperketat, ada batas waktu yang tidak seperti sekarang, sebebas-bebasnya, tanpa mengenal waktu, tanpa mengenal jenis batas pekerjaan. Dan ada sanksi yang sangat tegas mengenai pidana kalau ada pelanggaran,” tegasnya.
Selain masalah outsourcing, Andi juga mengungkapkan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pembentukan Satgas PHK sudah siap. Satgas ini dirancang untuk menjadi lembaga yang sangat kuat dengan kewenangan lintas sektoral.
“Satgas PHK akan diumumkan pemerintah dalam waktu sangat cepat, mudah-mudahan hari ini atau besok sudah diumumkan karena Keppres sudah disiapkan, tinggal menunggu pengumuman. Jadi Satgas PHK bukan hanya mengurus PHK teman-teman, Satgas PHK dan peningkatan kesejahteraan buruh Indonesia. Jadi lembaganya sangat kuat sekali,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya inklusivitas dalam Satgas ini. Andi secara khusus meminta kepada Presiden agar seluruh pimpinan serikat buruh dilibatkan tanpa melihat besar kecilnya jumlah anggota organisasi tersebut.
“Saya tidak ingin ada yang merasa ditinggal. Jangan melihat besar kecilnya anggota. Tidak boleh dalam perjuangan melihat kebesaran anggota yang satu punya jutaan satu punya 5.000, semua sama buat saya. Satgas ini akan berisi seluruh pimpinan konfederasi, yang tidak masuk di eksekutif akan masuk di pokja-pokja di dalam Satgas PHK,” tuturnya.
Baca Juga: May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Satgas PHK memiliki cakupan tugas yang sangat luas, mulai dari urusan perlindungan kerja hingga fasilitas dasar hidup buruh.
“Satgas PHK tidak hanya menangani PHK, tidak. Tetapi bagaimana perumahan, jaminan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, jadi lengkap. Dan itu akan meliputi banyak eselon 1 lintas sektoral kementerian, Pak. Jadi ada akademisi, pimpinan buruh, pemerintah, lintas kementerian. Jadi lengkap. Semua lengkap ada di dalam Satgas PHK itu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
-
Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo
-
Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh
-
KSPI Pindahkan Aksi May Day 2026 dari DPR ke Monas Usai Bertemu Prabowo, Ini Hasil Pembicaraannya
-
Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Tak Sekadar Jejak Pesawat, Contrails Ternyata Berdampak pada Iklim: Kok Bisa?