Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 30 April 2026 | 13:40 WIB
Harga ubi kayu, jagung, dan tebu saat ini sebelum produksi Bioetanol E20 dimulai. (freepik)

Ubi kayu atau singkong, yang menjadi salah satu bahan baku utama bioetanol, saat ini berada di kisaran Rp1.200 hingga Rp1.350 per kilogram di tingkat petani, dengan harga acuan pemerintah sekitar Rp1.350 per kilogram.

Sementara di pasar konsumen, harga singkong bisa jauh lebih tinggi, bahkan mencapai Rp7.500 hingga Rp10.000 per kilogram tergantung kualitas dan distribusinya.

Di tengah meningkatnya permintaan industri bioetanol, harga singkong diperkirakan masih memiliki potensi kenaikan ke depan.

Untuk jagung, komoditas ini juga mengalami pergerakan harga yang relatif stabil meski masih fluktuatif. Di tingkat petani, harga jagung pipilan berada pada kisaran Rp4.500 hingga Rp5.500 per kilogram, tergantung kualitas dan kadar air.

agung kini tidak hanya diposisikan sebagai komoditas pangan, tetapi juga mulai dilirik sebagai bahan baku penting dalam industri bioetanol dan energi terbarukan. Hal ini membuat prospeknya semakin kuat, terutama jika permintaan dari sektor energi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, tebu juga memiliki peran penting dalam rantai pasok bioetanol, khususnya melalui pemanfaatan tetes tebu atau molase.

Harga tebu di tingkat pabrik umumnya berada di atas Rp600.000 per ton, sedangkan harga molase tercatat sekitar Rp1.000 per liter, meskipun cukup fluktuatif mengikuti kondisi pasar gula dan rendemen produksi.

Dengan semakin berkembangnya industri bioetanol, tebu diperkirakan akan semakin strategis karena menjadi salah satu sumber bahan baku utama yang mendukung produksi energi bersih di Indonesia.

Demikianlah informasi tentang update harga ubi kayu, jagung, dan tebu saat ini, sebelum produksi bioetanol E20 dimulai.

Baca Juga: Mobil yang Aman Pakai E20 di Indonesia Minimal Buatan Tahun Berapa? Ini 5 Rekomendasinya

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More