Suara.com - Tanggal 1 Mei tiap tahun terdapat dua hari besar bersejarah bagi Tanah Air. Ada Hari Buruh yang menjadi tonggak peringatan bagi hak-hak buruh seantero Nusantara hingga dunia.
Melalui Hari Buruh, para pekerja dari berbagai daerah memberikan aspirasi mereka melalui rangkaian demonstrasi dan unjuk rasa.
Ada juga Hari Pembebasan Irian Barat yang menjadi cikal bakal masuknya Pulau Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mari mengulas secara mendalam dua hari besar pada tanggal 1 Mei tersebut.
Hari Peringatan Pembebasan Irian (Papua) Barat
Setiap tanggal 1 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pembebasan Irian Barat.
Momen ini bukan sekadar coretan di kalender, melainkan puncak dari perjuangan panjang mengembalikan kedaulatan Indonesia secara utuh dari Sabang sampai Merauke.
Awal Mula Adanya Hari Pembebasan Irian Barat
Latar belakang peringatan ini bermula dari Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949.
Kala itu, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, namun sengaja "menggantung" status Papua Barat.
Baca Juga: 1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026
Belanda bersikeras mempertahankan wilayah tersebut, sementara Indonesia menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dari NKRI.
Penundaan yang berlarut-larut ini memicu ketegangan diplomatik hingga konfrontasi militer melalui Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 1961.
Momen menuju pembebasan
Dunia internasional, melalui PBB, akhirnya turun tangan untuk menghindari perang besar.
Berdasarkan Persetujuan New York (15 Agustus 1962), Belanda wajib menyerahkan kekuasaan atas Papua kepada otoritas sementara PBB yang bernama United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA).
Momentum 1 Mei
Setelah masa transisi di bawah kendali PBB, tepat pada 1 Mei 1963, UNTEA secara resmi menyerahkan administrasi Papua Barat sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia.
Penyerahan ini menandai berakhirnya penjajahan Belanda di Nusantara. Bendera Merah Putih pun berkibar gagah di bumi Cendrawasih, menggantikan bendera Belanda.
Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan nasional dan penghormatan atas pengorbanan para pahlawan yang memastikan Papua tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pangkuan Ibu Pertiwi.
Hari Buruh
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh setiap 1 Mei memiliki akar sejarah yang mendalam.
Momen ini lahir dari perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak dasar yang manusiawi.
Tragedi Haymarket
Latar belakang utamanya adalah peristiwa Tragedi Haymarket di Chicago, Amerika Serikat, pada Mei 1886.
Kala itu, ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari.
Sebelum gerakan ini masif, buruh sering kali dipaksa bekerja hingga 12 atau 16 jam sehari dalam kondisi yang buruk dan berbahaya.
Aksi yang awalnya damai tersebut berubah menjadi konflik berdarah antara massa dan pihak kepolisian.
Ledakan bom dan kerusuhan menyebabkan banyak korban jiwa, baik dari kalangan buruh maupun aparat.
Peristiwa memilukan ini kemudian menjadi simbol perlawanan buruh sedunia terhadap eksploitasi.
Pengakuan Global
Pada tahun 1889, melalui Kongres Sosialis Internasional di Paris, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur bagi para buruh dan menjadi momentum solidaritas internasional.
Adapun di Indonesia sendiri, Hari Buruh sempat dilarang pada masa Orde Baru karena dikaitkan dengan paham tertentu.
Namun, setelah era Reformasi, 1 Mei kembali dirayakan secara terbuka dan ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional sejak tahun 2014 guna menghormati kontribusi buruh dalam pembangunan ekonomi bangsa.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos
-
5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois
-
BB Cream untuk Apa? Ini 5 Pilihan SPF Tinggi Biar Makeup Rapi dan Kulit Terlindungi
-
Pameran Vivienne Westwood & Jewellery 2026 Debut di Makau, Hadirkan Arsip Ikonis dan Sentuhan Punk
-
4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas
-
Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai
-
Cleansing Oil Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Terjangkau
-
Zahwa Massaid Kerja Apa? Kakak Aaliyah Massaid Punya Karier Mentereng di AS
-
Chef Expo 2026 Digelar di NICE PIK 2, Sajikan Kompetisi hingga Demo Masak Chef Ternama
-
7 Lipstik Matte Transferproof Anti Bibir Kering, Warna Tahan Lama Seharian