Suara.com - Banyak orang memiliki kebiasaan mengocok botol parfum sebelum digunakan, dengan harapan aromanya menjadi lebih kuat atau lebih tahan lama.
Sekilas, kebiasaan ini terdengar masuk akal, apalagi jika kita membandingkannya dengan produk lain seperti minuman atau cairan kosmetik yang memang perlu dikocok agar tercampur merata.
Tapi apakah hal tersebut memang benar perlu dilakukan? Simak ulasan faktanya berikut ini.
Parfum Perlu Dikocok Dulu atau Tidak? Ini Faktanya
Dalam dunia parfum, anggapan tersebut ternyata tidak tepat. Faktanya, parfum tidak perlu dan bahkan sebaiknya tidak dikocok sebelum dipakai.
Melansir laman HMNS Parfume dan beragam sumber lain, parfum modern telah diformulasikan dengan teknologi yang memastikan seluruh kandungannya tercampur secara stabil.
Di dalam satu botol parfum terdapat kombinasi alkohol, essential oil, dan berbagai senyawa aromatik yang sudah disusun dengan proporsi tertentu.
Komposisi ini tidak akan terpisah seperti minyak dan air, sehingga tidak membutuhkan proses "pengocokan" sebelum digunakan.
Artinya, tanpa dikocok pun, aroma parfum akan keluar sesuai dengan karakter yang dirancang oleh pembuatnya.
Mengocok parfum justru bisa membawa dampak kurang baik terhadap kualitasnya. Salah satu efek yang paling umum adalah masuknya udara ke dalam cairan.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Parfum HMNS yang Cocok untuk Wanita, Wangi Tahan Lama
Saat botol dikocok, akan terbentuk gelembung udara kecil yang meningkatkan kontak antara oksigen dan cairan parfum. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempercepat proses oksidasi.
Oksidasi sendiri merupakan reaksi kimia yang dapat mengubah struktur senyawa aromatik, sehingga aroma parfum bisa berubah, melemah, atau bahkan menjadi tidak sedap.
Selain itu, parfum memiliki struktur aroma yang dikenal sebagai notes, yaitu top notes, middle notes, dan base notes.
Top notes adalah aroma yang pertama kali tercium saat parfum disemprotkan, diikuti oleh middle notes sebagai inti aroma, dan base notes yang memberikan kesan akhir sekaligus ketahanan wangi.
Ketiga lapisan ini dirancang untuk muncul secara bertahap, bukan sekaligus. Mengocok parfum tidak akan memengaruhi urutan munculnya notes tersebut, sehingga tidak memberikan manfaat apa pun dalam meningkatkan kualitas aroma.
Kebiasaan mengocok parfum kemungkinan besar muncul karena pengaruh dari penggunaan produk lain yang memang memerlukan pengocokan. Selain itu, ada juga anggapan bahwa mengocok parfum dapat mengaktifkan aromanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat