- PT Monde Mahkota Biskuit melalui Nissin Soklat menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak dini lewat aksi nyata.
- Sebanyak 5.193 siswa sekolah dasar menanam lebih dari 3.000 bibit tanaman selama periode November 2025 hingga Januari 2026.
- Gerakan tersebut meraih rekor MURI sebagai bentuk konkret pembentukan karakter anak yang bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.
Suara.com - Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dimulai sejak dini. Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata dan ruang hijau yang kian berkurang, membangun kesadaran sejak anak-anak menjadi fondasi penting untuk masa depan bumi.
Kebiasaan sederhana yang diperkenalkan sejak kecil, seperti menanam, merawat tanaman, hingga menjaga kebersihan bukan hanya membentuk perilaku, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab dan empati terhadap lingkungan.
Upaya ini terbukti dapat diwujudkan secara konkret, seperti yang dilakukan PT Monde Mahkota Biskuit melalui brand Nissin Soklat. Komitmen tersebut bahkan mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pencapaian “Penanaman Bibit Tanaman Berbunga Terbanyak oleh Siswa Sekolah Dasar.”
Sebanyak 5.193 siswa sekolah dasar terlibat dalam gerakan “Gerak untuk Bumi Bersama Nissin Soklat” yang berlangsung sejak November 2025 hingga Januari 2026, dengan lebih dari 3.000 bibit tanaman seperti Asoka, Lavender, dan Cabai berhasil ditanam.
Yang membuat program ini relevan bukan hanya angka partisipasinya, tetapi pendekatan yang digunakan. Anak-anak tidak sekadar diberi pemahaman, melainkan diajak langsung terlibat.
Dari proses menanam hingga memahami pentingnya ruang hijau, mereka belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tindakan nyata yang bisa dimulai dari hal kecil.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga bertindak. Dari pengalaman sederhana seperti menanam, mereka bisa memahami bahwa setiap langkah kecil memiliki dampak besar bagi lingkungan,” ujar Asisten Brand Manager PT Monde Mahkota Biskuit, Vionita.
Pendekatan berbasis pengalaman seperti ini menjadi kunci dalam menanamkan kepedulian lingkungan. Anak-anak cenderung menyerap nilai dari apa yang mereka lakukan secara langsung.
Ketika mereka terbiasa menanam atau merawat tanaman, muncul keterikatan emosional yang membuat mereka lebih peduli. Dari situ, kesadaran tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan.
Baca Juga: 5 Sepatu Sekolah Anak Diskon di Sports Station, Brand Terkenal Mulai Rp170 Ribuan
Pada saat yang sama, kebiasaan tersebut dapat diperkuat dalam kehidupan sehari-hari lewat hal-hal yang sederhana. Konsistensi dari kebiasaan kecil inilah yang pada akhirnya membentuk karakter.
Seperti mengajak anak menanam tanaman di rumah, membiasakan mereka menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan mereka menjaga kebersihan lingkungan, menjadi langkah yang efektif.
"Setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh menjadi pribadi yang berbakat dan menginspirasi. Tidak hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam pembentukan karakter yang peduli, berempati, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta kehidupan sosial," tambah dia.
Nissin Soklat sendiri selama ini dikenal sebagai bagian dari keseharian anak-anak Indonesia, menghadirkan biskuit cokelat yang memberikan energi bagi mereka yang aktif dan penuh rasa ingin tahu.
Namun melalui inisiatif ini, perannya berkembang menjadi lebih dari sekadar camilan. Ada semangat untuk turut membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli.
Sejalan dengan itu, Vionita juga menegaskan bahwa setiap langkah kecil memiliki arti.
“Karena bagi Nissin Soklat, setiap gigitan bukan hanya memberikan energi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kecil untuk bumi yang lebih baik. Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Pada akhirnya, menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini bukan hanya soal menjaga alam hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan. Dari tangan-tangan kecil yang menanam hari ini, tumbuh harapan besar untuk bumi yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan