-
Ayu Aulia mengaku kehilangan rahim secara permanen akibat komplikasi aborsi.
-
Secara medis, aborsi ilegal berisiko tinggi menyebabkan infeksi parah atau sepsis.
-
Perdarahan hebat dan rahim robek memaksa dokter melakukan tindakan pengangkatan rahim.
Aborsi yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah besar di dinding rahim dapat memicu perdarahan yang tidak bisa berhenti.
Jika tindakan medis biasa gagal menghentikan darah, dokter terpaksa mengambil rahim agar pasien tidak kehilangan nyawa karena kehabisan darah.
3. Perforasi Uterus (Rahim Robek)
Pada aborsi bedah yang tidak dilakukan dengan hati-hati, ada risiko rahim tertusuk atau robek oleh alat tajam.
Jika lubang atau robekan yang terjadi sangat parah dan mengenai organ dalam lainnya, rahim mungkin tidak bisa lagi dijahit atau diperbaiki.
Bahaya Aborsi Tidak Aman
Istilah aborsi tidak aman merujuk pada prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berkompeten atau di lingkungan yang tidak memenuhi standar medis.
Menurut standar WHO, aborsi jenis ini sangat berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada saluran kelamin dan organ dalam.
Benda-benda berbahaya atau metode yang tidak sesuai standar yang dimasukkan ke dalam rahim dapat menyebabkan luka parah (jaringan parut) yang membuat seorang wanita sulit hamil kembali atau bahkan kehilangan rahimnya seperti yang dialami Ayu Aulia.
Baca Juga: Profil Roby Kurniawan, Bupati Bintan yang Namanya Terseret Isu Kehamilan Ayu Aulia
Gejala Komplikasi yang Harus Diwaspadai
Penting bagi wanita untuk mengenali tanda-tanda bahaya setelah melakukan tindakan aborsi atau mengalami keguguran, antara lain:
- Demam tinggi dan menggigil.
- Keluarnya cairan putih berbau busuk dari vagina.
- Perdarahan hebat yang merembes lebih dari dua pembalut dalam satu jam.
- Nyeri perut atau kram yang sangat hebat dan tidak kunjung hilang.
Berita Terkait
-
Profil Roby Kurniawan, Bupati Bintan yang Namanya Terseret Isu Kehamilan Ayu Aulia
-
Intip Harta Kekayaan Bupati Bintan Roby Kurniawan, Pejabat Muda dengan Kekayaan Fantastis
-
Kontroversi Juri LCC MPR Dyastasita Widya Budi: Punya Harta Rp581 Juta, Tapi Garasinya Kosong
-
7 Ciri-Ciri Bupati R yang Pernah Menghamili Ayu Aulia sampai Kehilangan Rahim
-
Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus
-
6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda
-
Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta
-
Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026
-
YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah
-
Di Tengah Penatnya Jakarta, Nyanyi Bareng Jakarta Bangun Komplek Digital untuk Saling Terhubung
-
Intip Harta Kekayaan Bupati Bintan Roby Kurniawan, Pejabat Muda dengan Kekayaan Fantastis
-
7 Ciri-Ciri Bupati R yang Pernah Menghamili Ayu Aulia sampai Kehilangan Rahim
-
Apa Arti Soleil? Alyssa Daguise Kesal Nama Anaknya Jadi Bahan Candaan