Lifestyle / Female
Selasa, 12 Mei 2026 | 18:29 WIB
Kemenhan RI membantah telah menunjuk Ayu Aulia menjadi salah satu time kreatif mereka. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Ayu Aulia mengaku kehilangan rahim secara permanen akibat komplikasi aborsi.

  • Secara medis, aborsi ilegal berisiko tinggi menyebabkan infeksi parah atau sepsis.

  • Perdarahan hebat dan rahim robek memaksa dokter melakukan tindakan pengangkatan rahim.

Aborsi yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah besar di dinding rahim dapat memicu perdarahan yang tidak bisa berhenti.

Jika tindakan medis biasa gagal menghentikan darah, dokter terpaksa mengambil rahim agar pasien tidak kehilangan nyawa karena kehabisan darah.

3. Perforasi Uterus (Rahim Robek)

Pada aborsi bedah yang tidak dilakukan dengan hati-hati, ada risiko rahim tertusuk atau robek oleh alat tajam.

Jika lubang atau robekan yang terjadi sangat parah dan mengenai organ dalam lainnya, rahim mungkin tidak bisa lagi dijahit atau diperbaiki.

Bahaya Aborsi Tidak Aman

Istilah aborsi tidak aman merujuk pada prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berkompeten atau di lingkungan yang tidak memenuhi standar medis.

Menurut standar WHO, aborsi jenis ini sangat berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada saluran kelamin dan organ dalam.

Benda-benda berbahaya atau metode yang tidak sesuai standar yang dimasukkan ke dalam rahim dapat menyebabkan luka parah (jaringan parut) yang membuat seorang wanita sulit hamil kembali atau bahkan kehilangan rahimnya seperti yang dialami Ayu Aulia.

Baca Juga: Profil Roby Kurniawan, Bupati Bintan yang Namanya Terseret Isu Kehamilan Ayu Aulia

Gejala Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Penting bagi wanita untuk mengenali tanda-tanda bahaya setelah melakukan tindakan aborsi atau mengalami keguguran, antara lain:

  1. Demam tinggi dan menggigil.
  2. Keluarnya cairan putih berbau busuk dari vagina.
  3. Perdarahan hebat yang merembes lebih dari dua pembalut dalam satu jam.
  4. Nyeri perut atau kram yang sangat hebat dan tidak kunjung hilang.

Load More