Suara.com - Program bantuan sosial atau bansos menjadi salah satu bentuk bantuan pemerintah yang sangat dinantikan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Namun di tengah meningkatnya penyaluran bansos secara digital, berbagai modus penipuan berkedok bantuan sosial online juga semakin marak terjadi. Banyak oknum memanfaatkan situasi ini untuk menipu masyarakat dengan iming-iming pencairan dana bantuan secara cepat.
Penipuan bansos biasanya dilakukan melalui pesan singkat, telepon, media sosial, hingga aplikasi percakapan yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Dikutip dari situs simade.co.id, masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital karena pelaku sering menggunakan metode yang tampak meyakinkan agar korban memberikan data pribadi maupun sejumlah uang.
Tidak sedikit korban yang mengalami kerugian finansial akibat kurang teliti saat menerima informasi terkait bantuan sosial. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami ciri-ciri penipuan bansos dan mengetahui langkah aman agar tidak mudah menjadi sasaran pelaku kejahatan digital.
Modus Penipuan Bansos yang Sering Terjadi
Pelaku penipuan biasanya terus mencari cara baru agar aksinya terlihat meyakinkan. Berikut beberapa modus yang paling sering digunakan.
Mengaku Sebagai Petugas Resmi
Pelaku sering berpura-pura menjadi petugas dari kementerian, dinas sosial, atau lembaga pemerintah lainnya. Mereka biasanya menghubungi korban melalui telepon atau pesan WhatsApp dengan alasan membantu proses pencairan bantuan.
Korban kemudian diminta memberikan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, PIN ATM, hingga kode OTP.
Mengirim Link Palsu
Modus lain yang cukup marak adalah pengiriman tautan palsu yang menyerupai website resmi bansos.
Biasanya korban diminta mengklik link tertentu untuk melakukan verifikasi penerima bantuan. Setelah data dimasukkan, informasi pribadi korban bisa dicuri oleh pelaku.
Baca Juga: Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
Meminta Uang Administrasi
Sebagian pelaku juga meminta biaya administrasi dengan alasan agar dana bansos cepat cair.
Padahal seluruh proses pengajuan dan pencairan bantuan sosial resmi tidak dipungut biaya apa pun.
Menggunakan Media Sosial Palsu
Penipu sering membuat akun media sosial yang menyerupai akun resmi pemerintah. Mereka kemudian mengunggah informasi palsu mengenai pencairan bansos untuk menarik perhatian masyarakat.
Ciri-Ciri Penipuan Berkedok Bansos
Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenali beberapa tanda umum penipuan bansos online.
Pesan Bersifat Mendesak
Pelaku biasanya memberikan tekanan agar korban segera bertindak, misalnya dengan ancaman bantuan hangus jika tidak segera mengisi data.
Meminta Data Rahasia
Instansi resmi tidak pernah meminta PIN ATM, password, maupun kode OTP kepada masyarakat.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara