- Presiden Joko Widodo menginisiasi pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur untuk memeratakan pembangunan dan mengatasi kepadatan di Jakarta.
- Pemerintah menargetkan Nusantara berfungsi sebagai pusat kegiatan politik nasional pada tahun 2028 melalui pembangunan infrastruktur secara bertahap.
- Proyek senilai Rp466 triliun ini menghadapi tantangan pendanaan dan investasi, namun tetap berkomitmen menciptakan kota ramah lingkungan berkelanjutan.
Suara.com - Pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke IKN Nusantara di Kalimantan Timur merupakan salah satu proyek ambisius terbesar di era modern Indonesia. Diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Agustus 2019, rencana ini bertujuan mengurangi beban Pulau Jawa yang semakin padat, mengatasi masalah banjir, penurunan tanah, dan polusi di Jakarta, sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan ke wilayah timur Indonesia.
IKN, yang terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, dipilih karena letaknya yang strategis di jantung Nusantara, kaya sumber daya alam, dan relatif minim risiko bencana alam dibandingkan Jakarta. Lantas, kapan ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan dari Jakarta?
Secara resmi, dasar hukum pemindahan ini adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) yang disahkan pada Januari 2022. Nama "Nusantara" diumumkan sebagai ibu kota baru untuk mencerminkan semangat kesatuan kepulauan Indonesia.
Pembangunan direncanakan bertahap, dengan target awal pemindahan sebagian fungsi pemerintahan mulai tahun 2024. Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan penundaan signifikan, sehingga groundbreaking baru benar-benar dimulai pada Juli 2022.
Hingga pertengahan 2026, proses pemindahan belum selesai secara penuh. Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota secara konstitusional.
Presiden Prabowo Subianto, yang melanjutkan komitmen proyek ini, menetapkan target Nusantara sebagai ibu kota politik (pusat pemerintahan) pada tahun 2028. Target ini didasarkan pada penyelesaian gedung legislatif dan yudikatif yang direncanakan rampung pada 2027.
Beberapa pejabat tinggi sudah mulai beraktivitas di sana. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan keluarganya dijadwalkan menetap dan berkantor di Nusantara mulai 2026.
Pembangunan IKN Nusantara berjalan secara bertahap. Tahap pertama (2022-2024) fokus pada infrastruktur dasar seperti jalan tol, bandara, istana presiden, dan beberapa kantor kementerian.
Saat ini (Mei 2026), ribuan pekerja konstruksi masih sibuk menyelesaikan proyek tahap II, termasuk kompleks perkantoran, perumahan aparatur sipil negara (ASN), rumah sakit, dan fasilitas pendidikan. Otorita IKN (OIKN) menargetkan relokasi sekitar 4.000 ASN pada tahun 2026, meski jumlah yang sudah pindah baru sekitar 2.000 orang ditambah pekerja konstruksi.
Baca Juga: Mengapa Ibu Kota Negara Indonesia Tetap Jakarta Bukan IKN?
Proyek ini menghadapi berbagai tantangan. Anggaran negara untuk IKN mengalami pemangkasan signifikan di bawah pemerintahan Prabowo dibandingkan era sebelumnya, dari sekitar Rp30 triliun lebih per tahun menjadi lebih rendah.
Investasi swasta juga belum mencapai target, sehingga muncul kekhawatiran proyek akan menjadi "kota hantu" jika tidak didukung infrastruktur memadai seperti air bersih, transportasi, dan pusat perbelanjaan. Namun, pemerintah menegaskan komitmennya dan terus mendorong partisipasi swasta serta investor asing.
Manfaat strategis pemindahan ibu kota ini sangat besar. Nusantara dirancang sebagai kota hutan (forest city) yang ramah lingkungan, dengan 75 persen area hijau, konsep smart city, dan energi baru terbarukan.
Proyek ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Kalimantan, menciptakan jutaan lapangan kerja, serta mengurangi disparitas antarwilayah. Total biaya proyek diperkirakan mencapai Rp466 triliun hingga 2045, dengan target populasi 1,9 juta jiwa pada tahap akhir.
Meski demikian, proses pemindahan penuh diproyeksikan baru rampung bertahap hingga 2045. Pada 17 Agustus 2028, Nusantara diharapkan sudah siap menjadi pusat kegiatan politik nasional, meski Jakarta tetap berperan sebagai pusat bisnis dan ekonomi (DKJ - Daerah Khusus Jakarta). Keppres resmi tentang perpindahan status ibu kota masih ditunggu untuk mengikat secara hukum.
Secara keseluruhan, pemindahan ibu kota ke Kalimantan bukan sekadar relokasi gedung pemerintahan, melainkan visi jangka panjang untuk Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan. Walaupun ada hambatan, kemajuan fisik yang terlihat dan komitmen pemerintah saat ini menunjukkan bahwa mimpi Nusantara sebagai ibu kota baru semakin mendekati kenyataan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai
-
Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun
-
6 Sepeda Gravel Termurah yang Nyaman di Aspal dan Jalan Terjal, Mulai Rp2 Jutaan
-
Feng Shui Rumah Menghadap Barat, Begini Cara Menatanya Biar Hoki
-
10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
-
Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!
-
Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri
-
Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?
-
5 Ide Seru Isi Liburan Sekolah Anak di Jakarta, Ada Wahana Bermain hingga Kelas Kreatif