Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:05 WIB
Ilustrasi Shio Kuda (Pexels/bi Nguyễn)
Baca 10 detik
  • Tahun Kuda Api 2026 disebut membawa energi yang sangat kuat dan intens.
  • Pakar Feng Shui menilai kondisi ini bisa memicu stres, emosi tidak stabil, hingga kelelahan.
  • Menjaga pola hidup sehat dan keseimbangan pikiran dinilai penting sepanjang tahun ini.

Suara.com - Tahun Kuda Api 2026 dipercaya dapat membawa energi api yang kuat, cepat, dan penuh perubahan sehingga memengaruhi kondisi emosi hingga kesehatan tubuh.

Sejumlah pakar feng shui internasional menyebut tahun Kuda Api identik dengan semangat tinggi, ambisi besar, dan pergerakan yang cepat.

Namun, di balik energi tersebut, ada risiko kelelahan mental, stres, hingga emosi yang mudah meledak jika tidak diimbangi pola hidup sehat.

Menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran menjadi salah satu hal penting sepanjang tahun Kuda Api.

Tidak sedikit ahli feng shui yang menyarankan untuk lebih memperhatikan kualitas istirahat, pola makan, hingga kemampuan mengelola emosi.

Tahun Kuda Api sendiri merupakan kombinasi antara elemen Api dan shio Kuda dalam siklus astrologi China yang terjadi setiap 60 tahun sekali.

Tahun ini dimulai pada 17 Februari 2026 dan berlangsung hingga awal Februari 2027.

Ilustrasi shio kuda api (freepik/pikisuperstar)

Energi Api Disebut Bisa Memicu Emosi dan Kelelahan

Menurut laporan dari The Feng Shui Society, tahun Kuda Api membawa energi yang mendorong perubahan cepat, semangat tinggi, dan keinginan untuk bergerak maju.

Baca Juga: 5 Shio Paling Beruntung pada 16 Mei 2026, Hokinya Bikin Hari Jadi Lebih Lancar

Namun, kondisi tersebut juga bisa memicu rasa gelisah dan tekanan mental bila tidak dikendalikan dengan baik.

Sementara itu, International Feng Shui School menyebut elemen api dalam feng shui berkaitan dengan emosi, energi tubuh, dan aktivitas yang sangat intens.

Ketika energi api terlalu dominan, seseorang bisa lebih mudah mengalami burnout, konflik emosional, hingga kelelahan fisik.

Dalam penjelasan tersebut, api juga dikaitkan dengan organ jantung dan kondisi emosional.

Oleh karena itu, menjaga pikiran tetap tenang dianggap penting agar tubuh tidak ikut terdampak oleh tekanan mental yang berlebihan.

Risiko Inflamasi dan Stres Disebut Lebih Tinggi

Load More