- Tahun Kuda Api 2026 disebut membawa energi yang sangat kuat dan intens.
- Pakar Feng Shui menilai kondisi ini bisa memicu stres, emosi tidak stabil, hingga kelelahan.
- Menjaga pola hidup sehat dan keseimbangan pikiran dinilai penting sepanjang tahun ini.
Suara.com - Tahun Kuda Api 2026 dipercaya dapat membawa energi api yang kuat, cepat, dan penuh perubahan sehingga memengaruhi kondisi emosi hingga kesehatan tubuh.
Sejumlah pakar feng shui internasional menyebut tahun Kuda Api identik dengan semangat tinggi, ambisi besar, dan pergerakan yang cepat.
Namun, di balik energi tersebut, ada risiko kelelahan mental, stres, hingga emosi yang mudah meledak jika tidak diimbangi pola hidup sehat.
Menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran menjadi salah satu hal penting sepanjang tahun Kuda Api.
Tidak sedikit ahli feng shui yang menyarankan untuk lebih memperhatikan kualitas istirahat, pola makan, hingga kemampuan mengelola emosi.
Tahun Kuda Api sendiri merupakan kombinasi antara elemen Api dan shio Kuda dalam siklus astrologi China yang terjadi setiap 60 tahun sekali.
Tahun ini dimulai pada 17 Februari 2026 dan berlangsung hingga awal Februari 2027.
Energi Api Disebut Bisa Memicu Emosi dan Kelelahan
Menurut laporan dari The Feng Shui Society, tahun Kuda Api membawa energi yang mendorong perubahan cepat, semangat tinggi, dan keinginan untuk bergerak maju.
Baca Juga: 5 Shio Paling Beruntung pada 16 Mei 2026, Hokinya Bikin Hari Jadi Lebih Lancar
Namun, kondisi tersebut juga bisa memicu rasa gelisah dan tekanan mental bila tidak dikendalikan dengan baik.
Sementara itu, International Feng Shui School menyebut elemen api dalam feng shui berkaitan dengan emosi, energi tubuh, dan aktivitas yang sangat intens.
Ketika energi api terlalu dominan, seseorang bisa lebih mudah mengalami burnout, konflik emosional, hingga kelelahan fisik.
Dalam penjelasan tersebut, api juga dikaitkan dengan organ jantung dan kondisi emosional.
Oleh karena itu, menjaga pikiran tetap tenang dianggap penting agar tubuh tidak ikut terdampak oleh tekanan mental yang berlebihan.
Risiko Inflamasi dan Stres Disebut Lebih Tinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam
-
Tampil Cantik saat Melahirkan, Bolehkah Ibu Hamil Pakai Make Up untuk Persalinan?
-
7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
-
Gaya Stylish tapi Tetap Nyaman? Ini Tips Memilih Busana Anak ala Fashion Stylist Doley Tobing
-
5 Lipstik Hanasui Untuk Bibir Hitam yang Tahan Lama
-
6 Body Lotion Tone Up Murah Mulai Rp30 Ribuan, Bikin Kulit Cerah Seketika
-
5 Moisturizer Murah Alternatif La Roche Posay Cicaplast Baume B5+ untuk Rawat Skin Barrier
-
Manager Fest 2026 Jadi Ruang Profesional Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja
-
7 Rekomendasi Tanaman Bunga yang Mudah Dirawat di Pot, Sulap Rumah Jadi Asri
-
Ashanty Kuliah S3 di Mana? Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan