Lifestyle / Male
Senin, 18 Mei 2026 | 10:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/tom]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan masyarakat desa tidak memakai dolar.
  • Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas antara masyarakat.
  • Artikel ini juga mengulas latar belakang pendidikan Prabowo.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato viral tentang orang desa tidak pakai dolar. Pidato ini disampaikannya saat meresmikan Museum Marsinah dan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Padahal, nilai rupiah tengah melemah dengan menyentuh level Rp17.600 per dolar AS. Prabowo menyatakan dengan santai: “Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?”

Pernyataan ini seketika memicu perdebatan luas di masyarakat, media sosial, dan kalangan ekonom. Pendidikan Prabowo Subianto pun ikut dikulik di tengah pernyataan kontroversial tersebut.

Riwayat Pendidikan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto memiliki latar belakang pendidikan yang unik dan kosmopolitan.

Karena ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, mengalami pengasingan politik pada era Soekarno, Prabowo menghabiskan masa kecil dan remajanya di berbagai negara.

Pendidikannya mencerminkan perpaduan antara sekolah internasional dan pendidikan militer formal di Indonesia.

Pendidikan Formal

Berikut adalah riwayat pendidikan formal Prabowo Subianto:

Baca Juga: Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

  • TK: Sekolah Sumbangsih, Jakarta (1956–1957)
  • SD: The Dean School, Singapura (1957–1960)
  • SD: Glenealy Junior School, Hong Kong (1960–1962)
  • SMP: Victoria Institution, Kuala Lumpur, Malaysia (1962–1964)
  • SMP: Zurich International School (American International School of Zurich), Swiss (1964–1966)
  • SMA: The American School in London, Inggris (1966–1968/1969) — Ia lulus dari sini.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di luar negeri, Prabowo memilih jalur militer. Pada tahun 1970, ia masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI/Akademi Militer) di Magelang.

Ia lulus pada tahun 1974 bersama angkatan yang melahirkan banyak pemimpin militer senior, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono.

Pendidikan dan Pelatihan Militer Lanjutan (Informal/Fungsional)

Prabowo juga mengikuti berbagai kursus dan pelatihan militer khusus, antara lain:

  • Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
  • Kursus Para Komando (1975)
  • Kursus Perwira Penyelidik (1977)
  • Free Fall (1981)
  • Counter Terrorism Course GSG-9, Jerman (1981)
  • Special Forces Officer Course, Fort Benning, Amerika Serikat (1981)
  • Berbagai pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Sesko AD)

Pendidikan militer ini membentuk karirnya di Kopassus dan Kostrad, yang kemudian menjadi fondasi perjalanan politiknya.

Latar Belakang dan Dampak Pendidikan

Load More