- Konsep gunung bebas sampah di jalur pendakian Gunung Cikuray via Tapak Gerot, Jawa Barat segera diterapkan.
- Penerapan konsep dijadwalkan terlaksana Oktober 2026 melalui pengawasan ketat terhadap perlengkapan, logistik, dan pengelolaan sampah oleh pihak pengelola.
- Inisiatif ini bertujuan menciptakan pendakian ramah lingkungan dengan mewajibkan pendaki membawa kembali sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Suara.com - Kabar baik bagi pencinta hiking yang suka gemas lihat sampah bertebaran di gunung. Gunung Cikuray via Tapak Gerot direncanakan bakal terapkan konsep zero waste mountain atau gunung bebas sampah.
Rencana ini diungkap langsung pendaki senior sekaligus Eiger Adventure Service Team Advisor, Galih Donikara yang mengaku sudah 'melamar' pengelola pendakian Gunung Cikuray via Tapak Gerot agar diterapkan zero waste.
Pemilihan Gunung Cikuray juga tidak dilakukan sembarang, mengingat konsep zero waste memerlukan konsitensi dan ketegasan dari pihak pengelola. Hal ini menurut Galih sudah terlihat pihak pengelola yang ketat terhadap kuota pendaki dan mampu mengelola sampah dengan baik.
"Nah kemudian kita lamar aja mereka, kemudian sepakat harusnya tahun yang lalu diselenggarakan, tapi berubah dengan segala macam yang luar kendala kita. Nah ini tahun ini, mudah-mudahan Oktober (2026) itu bisa kita selenggarakan," ujar Galih kepada Suara.com di Papandayan, Garut Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Galih menjelaskan, konsep zero waste mountain bukan sekadar mengajak pendaki membawa turun sampah pribadi. Lebih dari itu, sistem ini melibatkan pengelolaan pendakian secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan perlengkapan, logistik, hingga pengawasan sampah sebelum dan sesudah naik gunung.
Menurut anggota Wanadri tersebut, penerapan konsep ini membutuhkan kerja sama erat dengan pengelola jalur pendakian. Sebab, pos pendakian menjadi garda utama dalam mengontrol perilaku pendaki.
"Pendaki gunung itu tergantung kepada pos pendakiannya. Pertama perlengkapan diperiksa, kedua kesehatan diperiksa, pengalaman, termasuk sampah," kata Galih.
Ia menambahkan, pengalaman penerapan zero waste mountain sebelumnya menjadi bekal penting sebelum akhirnya memilih Gunung Cikuray via Tapak Gerot sebagai lokasi penerapan perdana di Jawa Barat.
Sebelumnya konsep serupa telah diterapkan di Gunung Kembang, Jawa Tengah dan Gunung Bulu Baria di Sulawesi Selatan. Dari dua lokasi tersebut, tim banyak belajar bagaimana pengelolaan pendakian berbasis pelestarian lingkungan bisa berjalan efektif.
Baca Juga: 10 Tips Pendakian Gunung yang Aman: Panduan Lengkap bagi Pendaki
"Zero waste mountain itu juga harus berhubungan sama pengelolanya. Jadi kita belajar di Gunung Kembang, menerapkan di Bulu Baria, nah sekarang mencoba ke Cikuray setelah kita punya pengalaman di dua gunung itu," jelasnya.
Menurut Galih, Gunung Cikuray dipilih karena memiliki prinsip yang sama dalam menjaga kebersihan gunung. Terutama jalur Tapak Gerot yang dinilai sudah menerapkan sistem kuota pendaki dan pengelolaan sampah dengan cukup baik.
"Tantangannya sama karena Cikuray juga tidak hanya satu pintu pendakian. Tapi jalur Tapak Gerot mereka menerapkan kuota dengan baik, mengelola sampah dengan baik," ujarnya.
Konsep zero waste sendiri selama pendakian berarti meminimalisasi sampah sekali pakai, terutama plastik dan kemasan instan yang sering ditinggalkan pendaki di jalur maupun area camping.
Pendaki nantinya didorong menggunakan wadah makanan dan minuman yang bisa dipakai ulang, serta wajib membawa turun kembali sampah yang dihasilkan.
Galih mengatakan, sistem ini nantinya juga akan dilengkapi administrasi pendakian yang lebih ketat dan terpadu. Bahkan pengelola menyiapkan kemasan alternatif pengganti bungkus plastik makanan cepat saji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal