Foto / News
Selasa, 12 Mei 2026 | 17:59 WIB
Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]
Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]
Warga menaikkan pasir ke atas truk di area bekas banjir lahar dingin di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]
Foto udara Gunung Dukono mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]
Foto udara Gunung Dukono mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]

Suara.com - Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026).

Saat ini gunung Dukono masih berada pada status Level II (Waspada). Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Dukono mencatat aktivitas vulkanik Gunung Dukono mengalami erupsi setinggi 2.000 meter pada Selasa (12/5) pukul 9:52 WIT.

Kolom abu erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke utara dan timur laut. Warga di sekitar gunung diimbau menggunakan masker dan tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menutup total jalur pendakian pasca erupsi pada Jumat (8/6) yang menewaskan satu WNI dan dua WNA asal Singapura tersebut guna mencegah jatuhnya korban lagi. [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]

Load More