- Pesta babi merupakan ritual adat krusial bagi masyarakat Papua yang melambangkan status sosial, kehormatan, serta solidaritas antarkeluarga dan komunitas.
- Tradisi yang melibatkan pemeliharaan babi secara khusus ini dilakukan pada momen penting seperti pernikahan, perdamaian, dan penyelesaian konflik sosial.
- Dokumenter Pesta Babi mengangkat tradisi tersebut sebagai simbol perjuangan masyarakat adat mempertahankan identitas budaya di tengah ancaman kerusakan hutan.
Suara.com - Tradisi pesta babi di Papua kembali ramai dibicarakan setelah diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale.
Namun jauh sebelum menjadi judul film dokumenter viral, pesta babi sudah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Papua.
Bagi sebagian masyarakat di Papua, babi bukan sekadar hewan ternak. Kehadirannya memiliki makna sosial, budaya, ekonomi, hingga spiritual yang sangat kuat.
Karena itu, pesta babi tidak bisa dipahami hanya sebagai tradisi makan bersama, melainkan ritual adat yang berkaitan erat dengan kehormatan, solidaritas, dan hubungan antarmasyarakat.
Seperti yang digambarkan di Film Pesta Babi, di sejumlah wilayah Papua, terutama Pegunungan Tengah hingga kawasan selatan seperti Boven Digoel, pesta babi masih menjadi tradisi yang dijaga turun-temurun.
Ritual ini biasanya digelar dalam momen penting seperti pernikahan adat, perdamaian antarkelompok, syukuran, hingga penyelesaian konflik.
Menurut penjelasan lembaga arsip dan kajian budaya Papua, Stichting Papua Erfgoed, babi menempati posisi penting dalam struktur sosial masyarakat Papua sejak lama.
Dalam banyak komunitas adat, jumlah babi yang dimiliki seseorang dapat menunjukkan status sosial dan pengaruhnya di lingkungan masyarakat.
Tak heran jika babi juga kerap digunakan sebagai alat pembayaran adat, mas kawin, hingga simbol penghormatan kepada keluarga atau tamu penting.
Baca Juga: Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya
Peneliti antropologi Belanda H.L. Peters yang pernah tinggal bersama masyarakat Dani di Lembah Baliem pada akhir 1950-an juga mencatat bahwa masyarakat Papua tidak sembarangan menyembelih babi.
Hewan tersebut umumnya hanya dipotong dalam acara adat atau peristiwa sosial penting yang melibatkan banyak orang.
Dalam tradisi masyarakat Dani maupun beberapa suku lain di Papua, pesta babi menjadi ajang memperkuat hubungan sosial antar-kampung dan antarkeluarga. Ritualnya pun dilakukan dengan penuh persiapan dan melibatkan gotong royong masyarakat.
Salah satu tradisi pesta babi yang dikenal kuat berasal dari masyarakat suku Muyu di Boven Digoel, Papua Selatan. Dalam budaya mereka, pesta babi disebut memiliki dua bentuk utama, yakni awonbon dan atatbon.
Awonbon biasanya merupakan pesta kecil yang diadakan keluarga inti dengan jumlah tamu terbatas. Sementara atatbon merupakan pesta besar yang melibatkan satu marga atau klan dan mengundang kelompok masyarakat lain untuk hadir.
Tradisi atatbon bukan sekadar pesta, tetapi juga bentuk hubungan timbal balik dalam masyarakat adat. Dalam ritual tersebut, tuan rumah akan membagikan daging babi kepada para tamu sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan.
Berita Terkait
-
Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak
-
Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Tinggal Isi Google Form Ini
-
Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya
-
Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA
-
Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis