- Film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale mengangkat isu deforestasi di wilayah Papua Selatan.
- Karya ini menyoroti dampak proyek pembangunan strategis nasional terhadap tanah leluhur serta hak masyarakat adat setempat.
- Masyarakat dapat menyelenggarakan nonton bareng resmi dengan mendaftarkan lokasi dan data melalui formulir daring yang disediakan.
Suara.com - Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sedang menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale, film ini mengangkat isu krusial tentang deforestasi besar-besaran di Papua Selatan, khususnya di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Melalui lensa dokumenter investigatif, film Pesta Babi merekam perjuangan masyarakat adat suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang tanah leluhur mereka terancam oleh ekspansi perkebunan industri, proyek food estate, serta pembangunan bioetanol dan biodiesel.
Banyak orang penasaran ingin menonton film ini karena kontroversinya. Beberapa pemutaran bahkan sempat dibubarkan oleh aparat di berbagai daerah.
Namun, pihak produser seperti Ekspedisi Indonesia Baru, Watchdoc, Jubi Media, dan mitra lainnya menyediakan akses legal untuk nonton bareng (nobar) secara gratis. Berikut link nonton film Pesta Babi secara gratis.
Link Nonton Film Pesta Babi Resmi
Link Google Form Resmi: (https://bit.ly/musimnobar_pestababi)
Mengapa Harus Isi Google Form?
Produser tidak merilis film ini secara bebas di platform streaming umum untuk menjaga kualitas diskusi dan menghindari pembajakan.
Melalui sistem pendaftaran nobar, mereka bisa memantau penyebaran film sekaligus memastikan pemutaran dilakukan dengan tanggung jawab. Prosesnya simpel:
Baca Juga: Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya
1. Kunjungi link bit.ly/musimnobar_pestababi
2. Isi data lengkap: nama penanggung jawab/host, jumlah peserta (minimal 10 orang), lokasi pemutaran (bisa rumah, kampus, atau ruang komunitas), tanggal dan jam acara, serta akun media sosial untuk publikasi.
3. Tunggu konfirmasi. Setelah disetujui, Anda akan mendapatkan link nonton resmi yang bisa digunakan untuk acara nobar.
Syarat utama nobar biasanya mencakup publikasi acara di media sosial agar lebih banyak orang tahu dan diskusi bisa menyebar luas. Ini bukan sekadar nonton film, tapi juga bagian dari gerakan kesadaran lingkungan dan hak masyarakat adat.
Isu yang Diangkat dalam Film
Pesta Babi bukan film biasa. Judulnya merujuk pada tradisi pesta babi masyarakat Papua yang sarat makna sosial dan budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi