- Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setelah perayaan Idul Adha bagi umat Muslim.
- Jemaah haji wajib menginap di Mina dan melempar jumrah, sementara umat lainnya dianjurkan memperbanyak dzikir serta takbir.
- Umat Islam dilarang berpuasa pada hari tersebut karena merupakan waktu untuk makan, minum, dan merayakan kurban.
Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail, sebagai bentuk ujian iman, keduanya menaati perintah tersebut dengan penuh ketakwaan. Pada saat itu, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban.
Setelah penyembelihan, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kemudian memproses daging hewan kurban. Proses pengeringan daging di bawah sinar matahari inilah yang diyakini menjadi akar penamaan "Hari Tasyrik".
Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan Haji Wada’, beliau menetapkan Hari Tasyrik sebagai hari-hari khusus di mana umat Islam diperintahkan untuk berdzikir, bertakbir, dan menikmati hari-hari kebahagiaan setelah menyembelih kurban.
Hukum dan Amalan pada Hari Tasyrik
Pada Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk:
- Memperbanyak dzikir dan takbir, terutama setelah shalat fardhu.
- Makan daging kurban (jika ada).
- Tidak berpuasa.
- Bagi yang sedang haji, melaksanakan lempar jumrah dan bermalam di Mina.
Bagi yang tidak sedang melaksanakan haji, Hari Tasyrik tetap menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan bersyukur.
Banyak umat Islam yang memanfaatkan hari-hari ini untuk berbagi daging kurban kepada tetangga, kaum dhuafa, dan saudara muslim lainnya.
Intinya, hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah hari-hari penuh keberkahan yang mengajarkan kita tentang syukur, keikhlasan, dan kebahagiaan setelah melaksanakan perintah Allah. Asal usulnya yang berakar dari peristiwa Nabi Ibrahim mengingatkan kita bahwa segala ritual dalam Islam memiliki landasan sejarah dan hikmah yang mendalam.
Dengan memahami Hari Tasyrik, diharapkan umat Islam dapat menjalani hari-hari ini dengan penuh kesadaran, bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebagai bagian dari rangkaian ibadah yang menyempurnakan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, SIG Tebar 292 Hewan Kurban di Momen Iduladha
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pelajar dan Mahasiswa Belum Melek Keuangan, Banyak Tak Punya Tabungan Bank
-
Diskon Grabcar dan Grabfood dari BRI, Klaim di Sini!
-
Ketua Umum PBNU dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan
-
Pemulihan Warga dan Anak-Anak Desa Adat Sade Jadi Perhatian Pascakebakaran
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism: Seni Menjadi Diri yang Tenang di Masa Kini
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU
-
Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya
-
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
-
Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?