- Tenis kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup urban modern yang mencakup aspek kebugaran, relasi sosial, dan ekspresi diri.
- Metro Tennis Terminal dan On Indonesia menyelenggarakan acara Serve & Social di Jakarta pada 10 Mei 2026.
- Kegiatan tersebut memberikan pengalaman tenis eksklusif bagi komunitas untuk mencoba produk terbaru serta memperluas koneksi profesional.
Suara.com - Tenis kini tidak lagi dipandang sekadar olahraga kompetitif. Di tengah gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis, tenis berkembang menjadi bagian dari keseharian yang berkaitan dengan kebugaran, relasi sosial, hingga ekspresi diri.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya komunitas tenis yang tumbuh di kota besar, hadirnya berbagai ruang olahraga modern, hingga meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga raket tersebut.
Olahraga ini juga dianggap mampu menghadirkan keseimbangan antara aktivitas fisik, interaksi sosial, dan gaya hidup sehat dalam satu waktu. Serta menawarkan pengalaman yang lebih personal dibandingkan sekadar aktivitas kebugaran biasa.
Banyak orang menjadikan tenis sebagai bagian dari rutinitas untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental. Bermain tenis dinilai mampu membantu melepas stres, menjaga fokus, dan membangun koneksi sosial secara lebih santai.
Di sisi lain, tenis kini juga berkembang menjadi ruang networking modern. Tidak sedikit profesional muda, kreator, hingga figur publik yang menjadikan tenis sebagai medium untuk bertemu orang baru dan membangun relasi.
Aktivitas olahraga yang dilakukan bersama menciptakan interaksi yang lebih cair dibandingkan pertemuan formal. Selain soal kebugaran dan relasi sosial, tenis juga semakin identik dengan ekspresi diri.
Pilihan raket, sepatu, outfit olahraga, hingga gaya bermain di lapangan menjadi bagian dari identitas yang ingin ditampilkan. Karena itu, dunia tenis kini semakin dekat dengan industri fashion, lifestyle, hingga budaya urban modern.
Menurut Michael Luhukay, Chief Marketing Officer Metro Tennis Terminal, tenis saat ini sedang memasuki fase baru yang lebih luas dari sekadar olahraga.
“Tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression. Melalui Serve & Social, kami ingin mempertemukan orang-orang yang sedang membentuk scene tenis Jakarta, dari pemain, kreator, public figures, sampai brand dalam satu pengalaman yang curated dan meaningful,” ujar Michael.
Baca Juga: Dari Kawasan Konservasi Jadi Destinasi Gaya Hidup, Ini Pesona Baru Danau Cihuni
Michael menambahkan bahwa pengalaman bermain kini menjadi hal yang lebih penting bagi komunitas tenis modern.
“Sebagai CMO, fokus saya adalah membangun Metro bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai ecosystem brand untuk racket sports. Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting. Kalau kita bisa membuat orang merasa lebih connected dengan sport, dengan gear, dan dengan komunitasnya, maka brand akan tumbuh dengan cara yang lebih kuat dan organic,” jelasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Dhananjay “Jay” Kuckreja, Managing Director Metro Tennis Terminal. Menurutnya, masa depan retail tenis kini bergerak ke arah pengalaman yang lebih menyeluruh.
“Serve & Social mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan retail tenis. Bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, dari demo racket, stringing, konsultasi, sampai memahami gear yang paling cocok dengan gaya bermain mereka,” ujar Jay.
Tren ini menunjukkan bahwa tenis kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban modern. Bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga soal bagaimana seseorang menjaga kebugaran, membangun relasi, dan mengekspresikan diri dalam satu aktivitas yang terasa lebih personal dan menyenangkan.
Sebagai bagian dari tren tersebut, Metro Tennis Terminal bersama On Indonesia menggelar Serve & Social, private tennis experience yang berlangsung di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, pada 10 Mei 2026 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud
-
11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
-
Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless
-
Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Apa Bedanya Bekas Jerawat PIH dan PIE? Ini Perbedaan hingga Cara Memudarkannya
-
Review Jujur Pompa Air Shimizu PS 135 E untuk Rumah Tangga, Tekanan Air Kencang Suara Halus
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Terbaik untuk Kulit Sensitif di Indonesia
-
3 Sepatu Compass Paling Laris di Shopee Sesuai Review Pembeli, Dijamin Ori
-
Gus Miftah Apakah Keturunan Kyai? Ini Silsilah Keluarga Miftah Maulana