- Sunscreen merupakan produk skincare harian yang penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.
- Kesalahan penggunaan sunscreen masih sering terjadi dan dapat membuat perlindungan kulit menjadi kurang maksimal.
- Dalam jangka panjang, penggunaan yang tidak tepat berisiko memicu kulit kusam, flek hitam, penuaan dini, dan berbagai masalah kulit lainnya.
Suara.com - Sunscreen merupakan salah satu produk skincare harian yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu melindungi kulit dari dampak buruk paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.
Namun sayangnya, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menggunakan sunscreen sehingga manfaatnya tidak bekerja secara maksimal.
Dalam jangka panjang, penggunaan sunscreen yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko munculnya kulit kusam, flek hitam, penuaan dini, hingga masalah kulit lainnya.
Karena itu, memahami cara penggunaan sunscreen yang benar menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari.
Melansir Cosmopolitan, ini beberapa kesalahan memakai sunscreen yang perlu dihindari agar perlindungan kulit tetap maksimal setiap hari.
1. Pakai Sunscreen di Bawah SPF 30
Memilih sunscreen dengan SPF yang terlalu rendah (di bawah 30) dapat membuat kulit tidak terlindungi secara optimal dari paparan sinar UV.
"Saya umumnya merekomendasikan untuk memilih tabir surya spektrum luas dengan setidaknya SPF 30, karena bisa memblokir sekitar 97 persen sinar UVB," ujar Dermatologis, dr. Marisa Garshick, MD, FAAD.
Baca Juga: Sunscreen Viva SPF Berapa? Cek Tingkat Perlindungan dan Harganya Sebelum Membeli
"SPF yang lebih tinggi dapat memberikan perlindungan tambahan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi fotosensitif atau riwayat kanker kulit," lanjutnya.
2. Menggunakan Sunscreen yang Terlalu Sedikit
Kesalahan lain yang juga sering dilakukan adalah menggunakan sunscreen dalam jumlah yang terlalu sedikit.
Akibatnya, tingkat perlindungan yang diterima kulit bisa jauh lebih rendah dibandingkan angka SPF yang tertera pada kemasan.
Menurut dr. Marisa Garshick, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, orang dewasa dianjurkan menggunakan sekitar satu ons atau setara satu gelas kecil penuh untuk seluruh tubuh.
Sementara itu, untuk area wajah dan leher, jumlah yang disarankan adalah sekitar dua ruas jari atau seukuran koin besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Rahasia Wajah Awet Muda Tanpa Perubahan Drastis, Biostimulator Kolagen Jadi Tren Kecantikan Baru
-
6 Rekomendasi Facial Wash untuk Mencerahkan Wajah, Tidak Bikin Kulit Kering dan Ketarik
-
5 Parfum Saff & Co yang Wanginya Mewah ala Brand Kelas Dunia dan Lebih Terjangkau
-
Silsilah Keluarga Dino Patti Djalal, Bukan Keturunan Sembarangan
-
6 Mitos Malam 1 Suro, Benarkah Dilarang Menikah dan Keluar pada Malam Hari?
-
8 Parfum Aroma Cherry Terbaik Menurut Tasya Farasya, dari Harga Lokal sampai Mewah!
-
Apakah Benar Dadan Hindayana Ahli Serangga? Ini Riwayat Pendidikan dan Kariernya
-
5 Cushion yang Minim Transfer, Makeup Tetap Rapi Meski Pakai Masker dan Berkeringat
-
4 Shio yang Dikenal Paling Setia, Sekali Jatuh Hati Sulit Berpaling
-
Misteri Pencopotan Dadan Hindayana: Benarkah Wacana Makan Gratis di Arab Saudi Jadi Pemicunya?