Lifestyle / Komunitas
Senin, 08 Juni 2026 | 11:27 WIB
Hutan mangrove (Pexels/Alex Gonzo)

Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya membawa dampak negatif, tetapi juga mengubah distribusi sejumlah ekosistem di dunia.

Pemulihan Belum Selesai

Meski tren global menunjukkan perbaikan, para peneliti mengingatkan bahwa banyak kawasan mangrove baru masih berusia muda. Artinya, kemampuan mereka dalam menyimpan karbon, melindungi pesisir, dan menopang keanekaragaman hayati belum setara dengan hutan mangrove yang telah matang.

Mangrove juga tetap rentan terhadap cuaca ekstrem. Pada 2021, misalnya, kawasan mangrove di Texas mengalami penurunan tajam akibat gelombang pembekuan ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Karena itu, penghentian deforestasi, perlindungan kawasan pesisir, dan menjaga aliran sedimen sungai dinilai tetap menjadi kunci keberhasilan pemulihan mangrove di masa depan.

Seperti diingatkan Zhang, manfaat terbesar mangrove bukan hanya pada kemampuannya menyerap karbon saat tumbuh, tetapi juga pada karbon yang tetap tersimpan ketika hutan tersebut tidak ditebang. Dengan kata lain, melindungi mangrove yang ada saat ini sama pentingnya dengan menanam mangrove baru untuk menghadapi krisis iklim.

Load More