- Siswa Sekolah Adat Patanata Manusela di Maluku Tengah belajar mengenal tanaman obat tradisional langsung di dalam hutan.
- Guru dan tetua adat mengajarkan cara mengidentifikasi serta meracik berbagai tumbuhan sebagai upaya melestarikan pengetahuan warisan leluhur.
- Kegiatan rutin ini bertujuan memastikan generasi muda tetap memahami potensi alam dan manfaat kesehatan dari lingkungan sekitarnya.
“Ini baru satu tumbuhan obat tradisional. Masih banyak lagi tumbuhan yang memiliki khasiat untuk kesehatan,” kata Sepnat kepada para siswa saat memperkenalkan tanaman obat kampung.
Karena itu, pengenalan sejak dini dianggap penting. Bukan untuk menggantikan pengobatan modern, tetapi agar anak-anak tidak kehilangan hubungan dengan warisan yang telah dijaga turun-temurun.
Guru lainnya, Danci Maloy, mengatakan kegiatan ini juga menjadi cara melestarikan budaya yang ditinggalkan para tetua adat.
Menurutnya, ketika pengetahuan lokal berhenti dipraktikkan, yang hilang bukan hanya informasi tentang tanaman—tetapi juga cara sebuah komunitas memahami alam.
“Kalau ini tidak dilakukan, bisa saja anak-anak kampung kita lupa dengan potensi alam kita,” ujarnya.
Menjaga Pengetahuan Leluhur Tetap Hidup
Di antara para siswa yang mengikuti kegiatan itu, Ferdy Lilihata tampak antusias mendengarkan penjelasan para guru.
Ia mengaku baru mengetahui bahwa banyak tanaman yang selama ini dilewati ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan.
Baginya, belajar di hutan memberi pengalaman yang berbeda dari pelajaran biasa.
Baca Juga: PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
“Kegiatan ini sangat berguna sekali bagi kami. Saya baru tahu ternyata banyak tanaman obat kampung yang mengandung khasiat untuk kesehatan,” katanya.
Ferdy berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Sebab di Manusela, menjaga hutan tidak hanya dilakukan dengan melindungi pohonnya. Tetapi juga dengan memastikan pengetahuan yang hidup di dalamnya tetap sampai ke tangan generasi berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan