- Penelitian di Inggris mengungkapkan sektor peternakan berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dunia dari sistem pangan.
- Mengganti satu porsi daging sapi dengan ikan salmon per minggu dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.
- Ikan salmon dipilih sebagai alternatif karena mampu menjaga kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung upaya keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam studi tersebut, salmon dinilai memiliki kombinasi kandungan protein, asam lemak omega-3, dan vitamin D yang tetap mendukung kebutuhan kesehatan sekaligus menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibanding konsumsi daging sapi.
Menurut Dr. Jenny, pendekatan seperti ini penting karena transisi menuju pola makan berkelanjutan sering kali dipersepsikan sebagai pilihan antara kesehatan atau lingkungan.
“Pertukaran sederhana yang kami usulkan menawarkan manfaat nutrisi dan kesehatan sekaligus manfaat lingkungan. Idealnya, keduanya harus berjalan beriringan dan tidak saling mengorbankan,” katanya.
Apakah Mengubah Menu Bisa Mengubah Sistem?
Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa semua orang harus berhenti mengonsumsi daging merah atau beralih sepenuhnya ke satu jenis pangan tertentu.
Yang ditawarkan adalah gagasan bahwa perubahan pola konsumsi dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi emisi sistem pangan.
Profesor Guy Poppy, salah satu penulis penelitian sekaligus Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi University of Bristol, menilai pilihan makanan akan semakin dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan keberlanjutan.
Menurutnya, jika masyarakat semakin memahami hubungan antara makanan dan lingkungan, perubahan konsumsi berpotensi menjadi lebih mudah diterima.
Penulis: Natasha Suhendra
Baca Juga: Meski Berakhir Mati, Salmon Memilih Bergerak: Merenungi Buku Raditya Dika
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Apakah Liquid Foundation Wardah Tahan Lama? Simak Klaim, Harga, dan Pilihan Shade-nya
-
Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli
-
12 Link Twibbon Tahun Baru Islam 2026 Gratis, Mudah Diunduh dan Dibagikan
-
Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?
-
5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial
-
5 Bedak Tabur Non Comedogenic BPOM Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh
-
30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos
-
Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta
-
15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp