Lifestyle / Food & Travel
Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB
Potret Hidangan Steak Ikan Salmon (Pexels/ Anil Sharma)
Baca 10 detik
  • Penelitian di Inggris mengungkapkan sektor peternakan berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dunia dari sistem pangan.
  • Mengganti satu porsi daging sapi dengan ikan salmon per minggu dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.
  • Ikan salmon dipilih sebagai alternatif karena mampu menjaga kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung upaya keberlanjutan lingkungan hidup.

Dalam studi tersebut, salmon dinilai memiliki kombinasi kandungan protein, asam lemak omega-3, dan vitamin D yang tetap mendukung kebutuhan kesehatan sekaligus menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibanding konsumsi daging sapi.

Menurut Dr. Jenny, pendekatan seperti ini penting karena transisi menuju pola makan berkelanjutan sering kali dipersepsikan sebagai pilihan antara kesehatan atau lingkungan.

“Pertukaran sederhana yang kami usulkan menawarkan manfaat nutrisi dan kesehatan sekaligus manfaat lingkungan. Idealnya, keduanya harus berjalan beriringan dan tidak saling mengorbankan,” katanya.

Apakah Mengubah Menu Bisa Mengubah Sistem?

Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa semua orang harus berhenti mengonsumsi daging merah atau beralih sepenuhnya ke satu jenis pangan tertentu.

Yang ditawarkan adalah gagasan bahwa perubahan pola konsumsi dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi emisi sistem pangan.

Profesor Guy Poppy, salah satu penulis penelitian sekaligus Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi University of Bristol, menilai pilihan makanan akan semakin dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan keberlanjutan.

Menurutnya, jika masyarakat semakin memahami hubungan antara makanan dan lingkungan, perubahan konsumsi berpotensi menjadi lebih mudah diterima.

Penulis: Natasha Suhendra

Baca Juga: Meski Berakhir Mati, Salmon Memilih Bergerak: Merenungi Buku Raditya Dika

Load More