- Sepatu lari umumnya perlu diganti setelah menempuh jarak tertentu untuk mencegah risiko cedera kaki.
- Tanda fisik sepatu yang rusak meliputi sol tengah mengeras, sol luar menipis, serta bagian atas yang melar.
- Munculnya rasa nyeri pada lutut, betis, atau telapak kaki saat berlari menjadi indikator bahwa sepatu harus diganti.
Dampak buruknya, beban hantaman kaki akan langsung diteruskan ke area lutut dan tumit pelari.
Kondisi sol bagian luar atau outsole yang mulai botak dan menipis juga menjadi indikator krusial. Keausan yang tidak merata pada sol luar ini dapat mengubah gaya lari alami seseorang.
Struktur bagian atas sepatu atau upper yang melar dan longgar juga menyimpan potensi bahaya.
Komponen upper yang rusak tidak mampu lagi mencengkeram kaki dengan stabil, sehingga meningkatkan risiko terkilir.
3. Timbul Rasa Sakit
Indikator paling valid adalah sinyal dari tubuh Anda sendiri. Jika Anda mulai merasakan nyeri di lutut, betis, atau telapak kaki padahal intensitas latihan tidak bertambah, bisa jadi sepatulah penyebabnya.
Tips Agar Sepatu Lari Lebih Awet
Untuk memperpanjang umur sepatu, A Rachman membagikan beberapa tips praktis:
Jangan gunakan untuk aktivitas harian: Gunakan sepatu lari khusus hanya untuk lari, bukan untuk jalan-jalan ke mal atau ke kantor.
Baca Juga: Ortuseight Luncurkan Sepatu Padel Vector Bandeja, Gabungkan Performa dan Gaya
Cara mencuci yang benar: Jangan gunakan detergen keras dan hindari menjemur di bawah matahari langsung. "Keringkan secara alami pakai kipas angin. Jangan dijemur matahari karena bakal bikin lemnya gampang copot," jelasnya.
Rotasi Sepatu: Jika memungkinkan, miliki lebih dari satu pasang sepatu untuk dipakai bergantian agar busa sepatu memiliki waktu untuk "beristirahat" dan kembali ke bentuk semula.
Demikian penjelasan mengenai kapan harus ganti sepatu lari. Apakah tanda-tanda di atas sudah muncul pada sepatu lari kesayanganmu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis