Lifestyle / Komunitas
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi sepatu lari. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Sepatu lari umumnya perlu diganti setelah menempuh jarak tertentu untuk mencegah risiko cedera kaki.
  • Tanda fisik sepatu yang rusak meliputi sol tengah mengeras, sol luar menipis, serta bagian atas yang melar.
  • Munculnya rasa nyeri pada lutut, betis, atau telapak kaki saat berlari menjadi indikator bahwa sepatu harus diganti.

Dampak buruknya, beban hantaman kaki akan langsung diteruskan ke area lutut dan tumit pelari.

Kondisi sol bagian luar atau outsole yang mulai botak dan menipis juga menjadi indikator krusial. Keausan yang tidak merata pada sol luar ini dapat mengubah gaya lari alami seseorang.

Struktur bagian atas sepatu atau upper yang melar dan longgar juga menyimpan potensi bahaya.

Komponen upper yang rusak tidak mampu lagi mencengkeram kaki dengan stabil, sehingga meningkatkan risiko terkilir.

3. Timbul Rasa Sakit 

Indikator paling valid adalah sinyal dari tubuh Anda sendiri. Jika Anda mulai merasakan nyeri di lutut, betis, atau telapak kaki padahal intensitas latihan tidak bertambah, bisa jadi sepatulah penyebabnya.

Tips Agar Sepatu Lari Lebih Awet

Untuk memperpanjang umur sepatu, A Rachman membagikan beberapa tips praktis:

Jangan gunakan untuk aktivitas harian: Gunakan sepatu lari khusus hanya untuk lari, bukan untuk jalan-jalan ke mal atau ke kantor.

Baca Juga: Ortuseight Luncurkan Sepatu Padel Vector Bandeja, Gabungkan Performa dan Gaya

Cara mencuci yang benar: Jangan gunakan detergen keras dan hindari menjemur di bawah matahari langsung. "Keringkan secara alami pakai kipas angin. Jangan dijemur matahari karena bakal bikin lemnya gampang copot," jelasnya.

Rotasi Sepatu: Jika memungkinkan, miliki lebih dari satu pasang sepatu untuk dipakai bergantian agar busa sepatu memiliki waktu untuk "beristirahat" dan kembali ke bentuk semula.

Demikian penjelasan mengenai kapan harus ganti sepatu lari. Apakah tanda-tanda di atas sudah muncul pada sepatu lari kesayanganmu?

Load More