- Melanie Putria menyarankan pelari pemula memilih sepatu satu nomor lebih besar untuk mengakomodasi pembengkakan kaki saat berlari.
- Waktu terbaik mencoba sepatu adalah sore hari dengan menggunakan kaus kaki lari guna memastikan kenyamanan ruang gerak.
- Pelari harus menggunakan sepatu khusus lari yang sesuai bentuk kaki untuk menghindari cedera lutut serta masalah kuku.
Suara.com - Banyak pelari pemula sering melakukan kesalahan fatal saat membeli sepatu lari. Kesalahan paling umum adalah memilih ukuran yang terlalu pas dengan ukuran kaki sehari-hari.
Padahal, saat berlari kaki akan mengalami pembengkakan alami akibat peningkatan aliran darah. Memaksakan kaki menggunakan ukuran yang salah bisa memicu cedera serius.
Selebritas sekaligus pegiat olahraga lari, Melanie Putria, membagikan panduan penting dalam memilih alas kaki lewat kanal YouTube pribadinya.
"Masih banyak aku lihat teman-teman pelari yang baru mulai lari misalnya ya, masih pakai sepatu yang salah. Nah kalau sepatunya salah, ujung-ujungnya kakinya sakit," ujarnya dalam video di kanal Fit with MeL.
Berikut adalah 5 panduan memilih ukuran sepatu lari untuk mencegah cedera pada pelari.
1. Menghindari Ukuran True Size dan Memilih Upsize
Ukuran sepatu lari idealnya lebih besar setengah hingga satu nomor di atas ukuran sepatu harian Anda. Prinsip upsize ini wajib diterapkan karena jari kaki membutuhkan ruang gerak bebas saat mendarat di permukaan aspal atau trek.
Jika Anda bersikeras menggunakan ukuran asli (true size), jari kaki akan terus membentur bagian ujung dalam sepatu. Hal ini dapat menyebabkan kuku kaki memar, menghitam, hingga terlepas setelah menempuh jarak jauh.
2. Mengukur Kaki pada Sore Hari
Baca Juga: 2 Sepatu Lari Full Cushion dari Brand Luar Pilihan Dokter Tirta untuk Pelari Overweight
Ukuran kaki manusia selalu berubah dan mencapai titik puncaknya pada sore atau malam hari setelah beraktivitas seharian.
Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengukur kaki atau mencoba sepatu di toko olahraga adalah pada jam-jam tersebut.
Langkah ini memastikan Anda mendapatkan estimasi ukuran terbesar dari kaki Anda. Hasilnya, sepatu tidak akan terasa sempit atau menjepit saat digunakan untuk sesi latihan lari yang panjang.
3. Mencoba Sepatu Bersama Kaus Kaki Lari
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencoba sepatu baru dengan bertelanjang kaki atau menggunakan kaus kaki kantoran yang tipis.
Kaus kaki khusus lari umumnya memiliki bantalan yang lebih tebal di bagian tumit dan jari untuk meredam gesekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok
-
Berapa Lama Pemadaman Listrik PLN yang Normal?
-
5 Body Lotion untuk Anak-Anak, Bisa Mencerahkan Kulit yang Kusam atau Terkena Gigitan Nyamuk
-
Bolehkah Memakai Sepatu dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam
-
Biodata dan Profil Chelsie Monica, Pecatur Indonesia Kalahkan Magnus Carlsen
-
5 Body Serum yang Biasa Dipakai Fuji untuk Mencerahkan Kulit Secara Instan
-
Pancarkan Energi Positif, 5 Zodiak yang Terkenal Selalu Ceria
-
5 Lipstik Wardah Paling Tahan Lama, Awet 12 Jam Tanpa Touch Up
-
Apa Itu SPL dalam Parfum? Ini Panduan Lengkapnya Sebelum Membeli Wewangian
-
Bisakah Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Bekerja? Simak Aturan dan Tata Caranya!