Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi ukuran sepatu lari. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Melanie Putria menyarankan pelari pemula memilih sepatu satu nomor lebih besar untuk mengakomodasi pembengkakan kaki saat berlari.
  • Waktu terbaik mencoba sepatu adalah sore hari dengan menggunakan kaus kaki lari guna memastikan kenyamanan ruang gerak.
  • Pelari harus menggunakan sepatu khusus lari yang sesuai bentuk kaki untuk menghindari cedera lutut serta masalah kuku.

Selalu bawa dan kenakan kaus kaki lari Anda saat melakukan fitting di toko offline. Ruang di dalam sepatu harus tetap menyisakan jarak sekitar satu sentimeter atau seukuran lebar ibu jari di bagian depan.

4. Memeriksa Lebar Toe Box untuk Bentuk Kaki

Panjang sepatu bukanlah satu-satunya parameter yang menentukan kenyamanan kaki Anda selama berlari.

Anda juga harus memperhatikan lebar area depan sepatu (toe box) agar sesuai dengan anatomi kaki, baik tipe kaki lebar maupun ramping.

Melanie Putria menekankan pentingnya faktor kecocokan ini dibandingkan sekadar mengikuti tren mode semata. "Yang penting adalah cocok sama bentuk kaki kamu dan sesuai sama cara lari kamu," tegas Melanie.

5. Menolak Fleksibilitas Sepatu Mode untuk Berlari

Jangan pernah berkompromi dengan menggunakan sepatu kasual atau sepatu olahraga jenis lain seperti sepatu training beban untuk berlari.

Sepatu training gym didesain datar untuk stabilitas angkat beban, sedangkan sepatu lari membutuhkan bantalan tebal (cushioning) untuk meredam benturan.

Menggunakan sepatu mode yang tidak memiliki teknologi peredam guncangan akan langsung menyakiti persendian lutut dan tumit. Pastikan sepatu pilihan Anda memang diproduksi khusus sebagai road running atau trail running shoes.

Baca Juga: 2 Sepatu Lari Full Cushion dari Brand Luar Pilihan Dokter Tirta untuk Pelari Overweight

Load More