- Polda Metro Jaya menangkap dokter umum dan ahli saraf nutrisi, Dokter Tifa, pada Jumat, 19 Juni 2025.
- Penangkapan terjadi di apartemen saat ia sedang mengikuti ujian Seminar Hasil Program Doktor di Universitas Indonesia.
- Dokter Tifa ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Presiden ketujuh, Joko Widodo.
Suara.com - Dokter Tifa ditangkap aparat kepolisian Polda Metro Jaya di apartemennya pada Jumat, 19 Juni sekitar pukul 06.47 WIB. Penangkapan ini berlangsung tepat ketika ia sedang mempersiapkan atau mengikuti ujian Seminar Hasil Program Doktor (S3) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Alhasil, dokter Tifa sampai harus menjalani ujian online dari ruangan di kantor polisi. Hal ini membuat publik turut penasaran dengan latar belakangnya, seperti Dokter Tifa dokter apa?
Dokter Tifa bukanlah dokter biasa. Ia dikenal sebagai aktivis media sosial yang vokal, sering mengomentari isu-isu publik, kesehatan, dan politik melalui kanal YouTube-nya “Dokter Tifa’s Life”.
Dokter Tifa adalah seorang dokter umum dan ahli saraf nutrisi (nutritional neuroscientist). Ia memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan meraih gelar Master of Science (M.Sc) dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM)
Sosoknya aktif di dunia digital, sering membahas topik kesehatan masyarakat, nutrisi, dan isu-isu kontemporer dengan gaya yang mudah dipahami masyarakat awam.
Kepopulerannya melonjak karena pendekatan komunikasi yang langsung dan berbasis fakta medis, meski kerap menuai pro dan kontra.
Adapun penangkapan Dokter Tifa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Bersama Roy Suryo, Dokter Tifa telah ditetapkan sebagai tersangka sejak November 2025.
Tim hukumnya, termasuk Azis Yanuar dan Henri Subiakto, menyatakan bahwa klien mereka kooperatif selama ini, rutin memenuhi panggilan penyidik, dan bahkan penangkapan dilakukan saat momen krusial dalam perjalanan akademiknya.
Menurut keterangan tim hukum, setelah ditangkap, Dokter Tifa tetap berusaha melanjutkan ujian S3-nya secara daring. Video yang beredar menunjukkan ia duduk di depan laptop di salah satu ruangan Polda Metro Jaya, tetap fokus mengikuti sidang meski dalam situasi yang tidak nyaman.
Baca Juga: Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli
Kasus ini menjadi babak baru dari kontroversi ijazah Jokowi yang telah berlarut-larut. Roy Suryo dan Dokter Tifa termasuk di antara beberapa orang yang pernah menjadi tersangka dalam perkara ini.
Penangkapan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Polisi beralasan penangkapan diperlukan untuk mempercepat proses hukum, meski tim hukum menilai keduanya selama ini kooperatif dan tidak perlu dilakukan penahanan.
Kasus ini mencerminkan ketegangan antara kebebasan berpendapat di media sosial dengan batas-batas hukum terkait pencemaran nama baik. Dokter Tifa dikenal kritis dan sering menggunakan platform digital untuk menyuarakan pendapatnya.
Pendukungnya melihat penangkapan ini sebagai upaya pembungkaman, sementara pihak yang mendukung proses hukum berargumen bahwa tuduhan serius terhadap institusi negara harus dibuktikan dengan bukti yang kuat, bukan sekadar narasi viral.
Hingga berita ini ditulis, Dokter Tifa dan Roy Suryo telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim hukum berencana mengajukan penangguhan penahanan dan terus mendampingi klien mereka.
Kasus ijazah Jokowi diprediksi akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan