- Polisi menangkap Roy Suryo pada 19 Juni 2026 atas dugaan kasus pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden Jokowi.
- Roy Suryo merupakan cicit dari Paku Alam III yang berasal dari keluarga ningrat Pura Pakualaman, Yogyakarta.
- Selain memiliki gelar bangsawan, Roy Suryo dikenal sebagai mantan Menpora sekaligus pakar telematika asal Yogyakarta.
Suara.com - Roy Suryo ditangkap polisi pada Jumat, 19 Juni 2026, atas kasus dugaan pencemaran nama baik ijazah Jokowi. Penangkapan ini turut membuat latar belakangnya menjadi sorotan. Salah satunya silsilah keluarga Roy Surya yang berasal dari kalangan ningrat Jawa.
Lahir dengan nama Raden Mas Roy Suryo Udoro pada 18 Juli 1968 di Yogyakarta, ia dikenal sebagai pakar telematika, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Susilo Bambang Yudhoyono, serta politikus.
Pertanyaan utama yang kerap muncul adalah: Roy Suryo keturunan keraton mana?
Roy Suryo lahir dari pasangan orang tua yang keduanya memiliki darah biru keraton Jawa.
Ayahnya adalah Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Soejono Prawirohadikusumo (1928–2005), seorang guru besar kedokteran jiwa pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ibunya, Raden Ayu Soeratmiyati Notonegoro, adalah seorang guru bahasa Inggris di SMPP Negeri 10 Yogyakarta.
Keduanya berasal dari lingkungan ningrat yang terkait erat dengan tradisi keraton di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Roy Suryo Keturunan Utama dari Pura Pakualaman Yogyakarta
Secara garis keturunan yang paling jelas dan dominan adalah melalui ibunya. Roy Suryo merupakan cicit (generasi keempat) dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam III (Paku Alam III), penguasa Kadipaten Pakualaman yang ketiga.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
Pakualaman sendiri adalah kadipaten yang didirikan sebagai bagian dari pecahan Kesultanan Mataram Islam, dengan status semi-otonom di bawah pengaruh Sultan Yogyakarta.
Paku Alam III lahir pada 20 Desember 1827 dan memerintah pada abad ke-19. Garis keturunan ini menempatkan Roy Suryo sebagai bagian dari keluarga besar Puro Pakualaman (Pura Pakualaman) di Yogyakarta.
Atas kontribusinya kepada Pura Pakualaman, ia dianugerahi gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo pada 19 Mei 2002 oleh Sri Pakualam IX. Gelar ini bukan sekadar kehormatan kosong, melainkan hasil pengabdian dan pengakuan dari keluarga besar kadipaten tersebut.
Sebelumnya, ia juga naik pangkat dari gelar Raden Mas menjadi gelar yang lebih tinggi.
Ayah Roy, KPH Soejono Prawirohadikusumo, juga menyandang gelar bangsawan dari lingkungan yang sama. Hal ini memperkuat ikatan keluarga Roy dengan tradisi ningrat Pakualaman.
Roy sendiri sering disebut sebagai kerabat dekat keluarga penguasa Puro Pakualaman. Gelar Tumenggung biasanya diberikan kepada priyayi tinggi yang memiliki jabatan administratif atau pengabdian signifikan dalam struktur keraton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC
-
Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng
-
Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
-
Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu
-
Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912
-
7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam
-
Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar