- Badan Pusat Statistik akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus.
- Pendataan mencakup seluruh sektor usaha mulai dari skala mikro hingga besar untuk menyediakan data dasar ekonomi yang akurat.
- Hasil sensus digunakan pemerintah pusat dan daerah sebagai acuan strategis dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Suara.com - Sensus Ekonomi 2026 untuk apa? Pertanyaan ini banyak muncul menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kegiatan yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini memiliki peran besar dalam memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
Melalui Sensus Ekonomi, pemerintah memperoleh data dasar mengenai aktivitas usaha di berbagai sektor. Informasi tersebut kemudian menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Apa Itu Sensus Ekonomi?
Dikutip dari laman resminya, Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program pemerintah untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia. Pendataan ini mencakup berbagai jenis usaha dari skala mikro hingga perusahaan besar.
Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau 18 kategori kegiatan ekonomi, yaitu:
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan.
- Pertambangan dan penggalian.
- Industri.
- Penyediaan listrik, gas, uap, dan udara dingin.
- Pengadaan air, pengelolaan air limbah, serta remediasi.
- Konstruksi.
- Perdagangan besar dan eceran.
- Transportasi dan penyimpanan.
- Penyediaan akomodasi serta makan dan minum.
- Penerbitan, penyiaran, produksi, dan distribusi konten.
- Telekomunikasi, pemrograman, konsultasi, infrastruktur komputasi, dan jasa informasi lainnya.
- Keuangan dan asuransi.
- Real estat.
- Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis.
- Aktivitas administratif dan jasa penunjang usaha.
- Pendidikan.
- Kesehatan manusia dan aktivitas sosial.
- Kesenian, olahraga, rekreasi, aktivitas jasa lainnya, serta aktivitas badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya.
Dengan cakupan seluas itu, pemerintah dapat memperoleh gambaran utuh tentang kondisi ekonomi Indonesia dari berbagai sektor.
Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa?
BPS menyebutkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki sejumlah tujuan penting.
1. Mendukung Pengambilan Kebijakan Strategis
Data hasil sensus menjadi dasar pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi. Mulai dari program pemberdayaan UMKM, pengembangan industri, hingga penyusunan strategi investasi nasional.
Baca Juga: Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Kebijakan yang dibuat berdasarkan data yang akurat dinilai lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
2. Memahami Tren dan Isu Terkini Perekonomian
Dunia usaha terus berubah, termasuk akibat perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi, hingga dinamika ekonomi global.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah dapat melihat tren terbaru, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang ekonomi yang perlu dikembangkan.
3. Mendukung Kebijakan Ekonomi Digital, Inklusif, dan Berkelanjutan
Indonesia tengah mendorong transformasi ekonomi berbasis digital. Karena itu, data terbaru sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan yang dibuat mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Hasil sensus dapat membantu pemerintah menyusun langkah yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kelompok usaha kecil.
Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 juga mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia mendorong seluruh pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik agar pelaksanaan sensus dapat berjalan optimal.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026
-
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement