- EF English Proficiency Index November 2025 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-80 dari 123 negara terkait kemampuan bahasa Inggris.
- Peningkatan keterampilan bahasa Inggris sangat krusial bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing di dunia kerja tingkat global.
- Tanpa kemampuan komunikasi global yang kuat, peluang untuk bersaing di tingkat internasional akan semakin terbatas.
Suara.com - Kemampuan berbahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan generasi muda Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Di tengah dunia kerja yang semakin terhubung lintas negara, kemampuan komunikasi internasional menjadi pintu pembuka berbagai peluang, mulai dari pendidikan, karier, hingga pengembangan diri.
Namun, tantangan masih terlihat jelas. Berdasarkan EF English Proficiency Index (November 2025), Indonesia menempati peringkat ke-80 dari 123 negara yang disurvei. Capaian ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih berada pada kategori rendah dan membutuhkan penguatan yang lebih sistematis agar mampu bersaing di kancah internasional.
Kesenjangan Kemampuan Bahasa Inggris dan Tantangan Global
Di era digital dan globalisasi, kebutuhan akan talenta yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris semakin meningkat, terutama di sektor multinasional, industri kreatif, hingga teknologi. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan dalam komunikasi formal, tetapi juga dalam kolaborasi lintas negara, akses informasi global, hingga pengembangan karier di perusahaan internasional.
Kondisi inilah yang membuat peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Tanpa kemampuan komunikasi global yang kuat, peluang untuk bersaing di tingkat internasional akan semakin terbatas.
Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas keterampilan menjadi salah satu agenda penting. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan bahasa asing yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Dalam konteks ini, berbagai lembaga pendidikan bahasa Inggris berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama bagi kalangan dewasa dan profesional yang membutuhkan fleksibilitas dalam belajar.
Mendorong Talenta Indonesia Lebih Percaya Diri di Kancah Global
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan talenta Indonesia yang siap bersaing secara global, EF EFEKTA English for Adults baru saja mengumumkan 10 siswa terpilih sebagai EF Ambassador 2026. Para ambassador ini berasal dari berbagai latar belakang profesi dan industri, yang menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris dapat menjadi faktor penting dalam membuka peluang baru di berbagai bidang.
Baca Juga: Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini
Melalui pengalaman mereka, EF EFEKTA ingin menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Inggris yang lebih fasih dan profesional dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri, memperluas jejaring, serta membuka akses ke peluang pendidikan dan karier internasional.
“Di Indonesia sendiri, tantangan peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi perhatian, termasuk dalam penguasaan bahasa asing. Program pembelajaran seperti yang dihadirkan EF EFEKTA dapat menjadi bagian dari solusi untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan komunikasi internasional,” ujar Johan Wilhelmsson, President Director EF EFEKTA English for Adults.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern, hadir konsep “All in One Course” yang menggabungkan berbagai metode pembelajaran dalam satu sistem. Model ini mencakup kelas tatap muka, self-study, life clubs, kelas online privat, hingga kelas interaktif bersama pengajar internasional.
Pendekatan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi pelajar usia 18 tahun ke atas, khususnya para profesional dengan mobilitas tinggi, agar tetap dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tanpa mengganggu aktivitas harian.
“Teknologi telah mengubah cara belajar bahasa Inggris. Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat mengakses pendidikan yang lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambah Stefany Yacop Tjahyadi, Sales & Marketing Director EF EFEKTA English for Adults.
Menuju SDM Indonesia yang Lebih Kompetitif
Dengan tantangan global yang semakin kompleks, peningkatan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia. Tidak hanya untuk kebutuhan akademik, tetapi juga untuk membuka akses lebih luas di dunia kerja internasional.
Melalui kombinasi antara inovasi teknologi, metode pembelajaran fleksibel, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya bahasa Inggris, Indonesia diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM menuju visi Indonesia Emas 2045. Karena pada akhirnya, kemampuan bahasa Inggris bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga tentang kesiapan untuk terhubung dengan dunia yang lebih luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus