Suara.com - Selama ini, air tanah lebih sering dikenal sebagai sumber air bersih bagi manusia. Dilansir dari hidrologi.net (27/6/2026), air tanah adalah air tawar yang mengalir di bawah permukaan bumi dan tersimpan di dalam pori-pori tanah maupun celah batuan.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa air yang mengalir di bawah permukaan bumi juga dapat membantu laut menyimpan karbon. Temuan ini membuka peluang baru bagi air tanah sebagai bagian dari solusi alami untuk menghadapi perubahan iklim.
Air Tanah Tak Hanya Menyediakan Air Bersih
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Australian Institute of Marine Science (AIMS) di kawasan Terumbu Ningaloo, Australia Barat, sebagaimana dilansir dari aims.gov.au (27/6/2026), meneliti bagaimana aliran air tanah dari daratan menuju laut membawa air tawar, nutrien, dan karbon yang mendukung pertumbuhan rumput laut. Organisme ini dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif di ekosistem pesisir.
Rumput laut memanfaatkan karbon dioksida (CO2) dari udara dan air melalui proses fotosintesis untuk tumbuh. Ketika daun atau bagian tubuhnya rontok, material tersebut dapat terkubur di dasar laut. Karbon yang tersimpan kemudian terisolasi dari atmosfer selama ratusan hingga ribuan tahun. Proses ini dikenal sebagai penyimpanan karbon biru atau blue carbon.
Melacak Aliran Air Tanah ke Laut
Salah satu peneliti dalam proyek tersebut, Dr. Kay Davis, menjelaskan bahwa timnya memetakan kondisi pesisir Ningaloo untuk mengetahui kandungan nutrien dalam air tanah dan bagaimana nutrien tersebut mengalir menuju terumbu karang.
"Kami telah mengamati pantai Ningaloo, dari Tantabiddi hingga sedikit melewati Coral Bay, untuk menilai tingkat nutrisi dalam air tanah dari berbagai bagian pantai dan kemungkinan nutrisi ini mencapai terumbu karang," ujar Kay.
Untuk menguji hal tersebut, tim peneliti mengambil sampel dari 33 sumber air tanah, seperti sumur dan mata air, serta 54 sampel air laut di sekitar terumbu. Mereka juga menggunakan radon, unsur alami yang terdapat di dalam tanah, sebagai penanda untuk melacak aliran air tanah yang mencapai laut. Data lapangan tersebut kemudian dipadukan dengan pemodelan komputer guna memperkirakan besarnya aliran air tanah dalam jangka waktu dan wilayah yang lebih luas.
Baca Juga: KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
Hasil awal menunjukkan bahwa karakteristik aliran air tanah berbeda di setiap wilayah. Di bagian utara Ningaloo, misalnya, air tanah lebih mudah mengalir ke laut dibandingkan wilayah selatan yang memiliki lapisan air tanah lebih dalam. Perbedaan tersebut memengaruhi jumlah nutrien yang mencapai ekosistem pesisir dan mendukung pertumbuhan rumput laut maupun organisme laut lainnya.
Membantu Melindungi Terumbu Karang
Menurut Dr. Kay Davis, temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengelola jalur alami aliran nutrien yang menopang kesehatan terumbu karang sekaligus meningkatkan kemampuan ekosistem pesisir dalam menyerap karbon.
"Penelitian ini adalah yang pertama dari jenisnya di Ningaloo, dan kami berharap data tersebut akan membantu para pembuat keputusan untuk melindungi jalur nutrisi alami yang mendukung Terumbu Karang Ningaloo," tutur Kay.
Penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan air tanah tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih manusia, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Dengan memahami hubungan antara air tanah dan penyimpanan blue carbon, para peneliti berharap upaya konservasi pesisir dapat sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9