- Klive Beach Club di Ungasan, Uluwatu, meraih penghargaan Bali's Favorite Beach Club dalam Insight Bali Awards 2025.
- Tempat ini menawarkan pengalaman lengkap mencakup integrasi kuliner, seni pertunjukan lokal, dan aktivitas rekreasi air laut.
- Pengunjung dapat mengakses area dari puncak tebing hingga pantai menggunakan fasilitas kereta bukit yang disediakan khusus.
Suara.com - Uluwatu sudah lama dikenal sebagai salah satu kawasan paling memikat di Bali. Tebing-tebing tinggi yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, deretan pantai berpasir putih, hingga matahari terbenam yang dramatis membuat kawasan di selatan Pulau Dewata ini selalu menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai negara.
Namun kini, menikmati Uluwatu tidak lagi hanya soal berburu sunset atau bersantai di tepi pantai. Muncul tren baru di kalangan wisatawan yang mencari pengalaman lebih lengkap: menikmati alam, kuliner, seni, dan aktivitas rekreasi dalam satu kunjungan.
Salah satu destinasi yang menghadirkan konsep tersebut adalah Klive Beach Club di kawasan Ungasan. Setelah dinobatkan sebagai Bali's Favorite Beach Club dalam Insight Bali Awards 2025, tempat ini semakin menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berbeda dari beach club yang identik dengan pesta dan musik berintensitas tinggi, Klive menawarkan pengalaman cliff-to-sea yang menghubungkan tujuh area berbeda dari puncak tebing hingga garis pantai. Perjalanan dimulai sejak pengunjung menaiki hill tram, saat panorama Samudra Hindia perlahan terbuka sebelum tiba di berbagai area dengan suasana yang berbeda-beda.
General Manager Klive Beach Club, Simone Coletta, mengatakan wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari tempat untuk berenang atau menikmati matahari terbenam.
“Tamu sekarang mencari destinasi yang mampu merangkum waktu, ruang, budaya, kuliner, dan lanskap alam dalam satu pengalaman yang utuh,” ujarnya.
Kuliner, Seni, dan Aktivitas Laut dalam Satu Tempat
Pengalaman di Klive dirancang mengalir dari siang hingga malam. Pengunjung bisa menikmati hidangan ringan di siang hari, suasana yang lebih hidup menjelang senja, hingga makan malam dengan panorama laut.
Menu yang disajikan memadukan cita rasa Italia dan kekayaan bahan lokal Indonesia. Mulai dari pizza homemade, ravioli, truffle tagliatelle, hingga lobster spaghetti, berdampingan dengan hidangan Nusantara seperti sate ayam, ikan bakar, dan cendol.
Tak hanya itu, Klive juga rutin menghadirkan Balinese Dance Show bekerja sama dengan sanggar seni lokal, sehingga wisatawan dapat menikmati budaya Bali dalam suasana yang lebih santai dan modern.
Baca Juga: Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim
Bisa Langsung Turun ke Pantai
Salah satu daya tarik utamanya adalah akses langsung ke pantai. Pengunjung dapat mencoba clear kayak, stand-up paddle, hingga snorkeling sesuai kondisi cuaca dan pasang surut laut.
Perpaduan panorama tebing, akses pantai, kuliner, seni, dan aktivitas bahari membuat Klive kini juga banyak dipilih untuk makan malam romantis, lamaran, hingga acara keluarga.
Dengan konsep tersebut, menikmati Uluwatu terasa lebih lengkap—bukan sekadar duduk menunggu matahari terbenam, tetapi merasakan seluruh pengalaman dari tebing hingga laut dalam satu hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung