- Dr. M. Arief Gunawan dari Klinik Pertamina IHC menjelaskan stres kerja kronis memicu penyakit fisik berbahaya bagi pekerja.
- Pekerja muda rentan mengalami stres psikososial karena keterbatasan pengalaman dalam menghadapi tekanan beban kerja dan budaya perusahaan.
- Paparan stres berkelanjutan berisiko menyebabkan pergeseran munculnya penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi pada usia lebih dini.
Suara.com - Stres di tempat kerja kerap dianggap sebagai rutinitas pekerja. Padahal, jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut bisa memicu penyakit kronis seperti diabetes hingga hipertensi.
Fakta ini diungkap Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC, dr.M.Arief Gunawan, MKK, Sp.Ok (HIMU) dalam sesi Media Experience & Clinic Visit di Klinik Pertamina IHC Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), Jakarta Pusat pada 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa sumber stres yang dialami pekerja saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa dekade lalu.
"Kalau dulu stressor-nya tidak terlalu banyak seperti sekarang. Biasanya karena masalah keluarga atau rekan kerja. Kalau sekarang hampir semuanya bisa menjadi sumber stres," ujar dr. Arief.
Menurut Arief, stres merupakan respons yang sangat subjektif. Situasi yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu memiliki dampak yang sama pada orang lain.
"Kalau menurut saya dimarahi atasan itu biasa. Tapi bagi orang yang baru lulus kuliah atau fresh graduate yang baru masuk dunia kerja, itu bisa menjadi stres," katanya.
Ia menambahkan, pekerja muda menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam penilaian risiko psikososial di lingkungan kerja.
Minimnya pengalaman menghadapi tekanan pekerjaan membuat mereka lebih rentan mengalami stres ketika beradaptasi dengan budaya kerja, target, hingga tuntutan dari atasan.
Dalam ilmu kesehatan kerja, faktor seperti beban kerja berlebihan, konflik peran, kurangnya kontrol terhadap pekerjaan, hingga hubungan yang kurang baik di tempat kerja dikenal sebagai risiko psikososial, yakni kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus kesehatan fisik pekerja apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Baca Juga: Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
Yang mengkhawatirkan, dampak stres kronis tidak berhenti pada gangguan emosional saja. dr. Arief melihat adanya perubahan pola munculnya penyakit kronis pada pekerja.
"Kalau zaman dulu, penyakit seperti diabetes atau hipertensi umumnya muncul pada usia di atas 40 tahun. Sekarang yang terbaru, usia 30-an sudah mulai ada hipertensi. Jadi ada shifting. Orang muda pun bisa mengalami hipertensi atau diabetes. Kemungkinan salah satunya dipengaruhi pola hidup," jelasnya.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus.
Penyakit ini sering dijuluki sebagai silent killer karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan.
Sementara itu, diabetes terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh terus meningkat akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Penyakit ini dapat memicu komplikasi pada jantung, ginjal, mata, hingga saraf apabila tidak ditangani dengan baik.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan erat antara stres berkepanjangan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis.
Berita Terkait
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI
-
Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh
-
Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?
-
5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu
-
Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20
-
Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini
-
Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka
-
Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia
-
Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free
-
Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI