- Masyarakat di negara tropis sering keramas setiap hari untuk mengatasi masalah rambut lepek akibat cuaca serta polusi.
- Kandungan SLS dalam shampo konvensional berisiko merusak rambut sehingga beralih ke produk bebas sulfate adalah solusi tepat.
- Terdapat empat rekomendasi shampo tanpa SLS, yaitu ERHAIR, Kelaya, Makarizo, dan Lavojoy, yang aman digunakan untuk pemakaian harian.
Suara.com - Bagi masyarakat yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia, keramas setiap hari seringkali menjadi kebutuhan.
Cuaca yang panas, polusi, dan keringat berlebih membuat rambut cepat lepek dan kotor.
Namun, muncul dilema bahwa sering keramas akan menyebabkan rambut kering, kasar, hingga rontok.
Mengapa? Hal ini biasanya disebabkan oleh kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau Sodium Laureth Sulfate (SLES) pada shampo biasa yang bersifat mengangkat minyak secara agresif.
Solusinya adalah beralih ke shampo sulfate-free atau bebas SLS. Shampo jenis ini menggunakan surfaktan yang sangat lembut sehingga mampu membersihkan kotoran tanpa melucuti kelembapan alami rambut.
Bagi kamu yang hobi keramas setiap hari, berikut adalah 4 rekomendasi shampo aman tanpa SLS yang bisa kamu coba.
1. ERHAIR HairGrow Shampoo
Shampo ini tidak hanya aman dipakai setiap hari karena formulanya yang lembut, tetapi juga membantu menstimulasi pertumbuhan rambut.
ERHAIR HairGrow Shampoo dirancang khusus untuk mengurangi kerontokan dan bekerja sangat efektif jika digunakan secara rutin.
Baca Juga: Tanpa Keramas! 5 Dry Shampoo Ini Bikin Rambut Segar dalam Sekejap
Karena bebas dari deterjen keras, kulit kepala tidak akan merasa kering atau tertarik setelah keramas.
Harga: Rp90.000
2. Kelaya Shampoo Non SLS Gentle Hair Care Essence
Kelaya sempat viral karena kemampuannya mengatasi masalah rambut rontok dan lepek. Varian Non SLS ini hadir bagi kamu yang mencari perawatan lebih gentle.
Mengandalkan esens alami, produk ini membersihkan rambut sekaligus menutrisi akar rambut.
Teksturnya yang ringan membuatnya sangat nyaman dipakai setiap pagi atau sore tanpa takut kulit kepala menjadi iritasi atau kemerahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa