- Pemilik rumah sering mengabaikan sistem perpipaan karena terlalu fokus pada tampilan desain interior yang estetis saja.
- Kesalahan spesifikasi dan pemasangan pipa berkualitas buruk berisiko menimbulkan biaya perbaikan membengkak di masa mendatang.
- PT Wahana Duta Jaya Rucika mengedukasi mitra melalui kunjungan pabrik di Cibitung terkait standar produksi pipa berkualitas.
Suara.com - Membangun rumah impian memang menjadi momen yang membahagiakan. Tak heran jika banyak orang lebih fokus memilih desain interior, warna cat, model dapur, hingga keramik yang estetik.
Namun, di balik tampilan rumah yang cantik, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni sistem perpipaan atau plumbing. Padahal, kesalahan pada bagian ini bisa membuat pemilik rumah mengeluarkan biaya renovasi yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Agar tidak menyesal, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membangun rumah pertama.
1. Terlalu fokus pada tampilan, lupa memperhatikan sistem di balik dinding
Elemen seperti cat, furnitur, atau dekorasi memang mudah terlihat. Sebaliknya, instalasi pipa berada di balik dinding dan lantai sehingga sering dianggap tidak terlalu penting. Padahal, jika terjadi kebocoran, pemilik rumah bisa saja harus membongkar dinding, plafon, bahkan keramik yang sudah terpasang.
2. Memilih pipa hanya karena harganya murah
Banyak orang beranggapan semua pipa memiliki kualitas yang sama. Faktanya, setiap jenis pipa memiliki fungsi berbeda, mulai dari saluran air bersih, air panas, hingga sistem dengan tekanan tinggi. Menggunakan pipa yang tidak sesuai spesifikasi dapat meningkatkan risiko kerusakan.
3. Menganggap biaya plumbing bisa dihemat
Menurut pelaku industri perpipaan, biaya sistem plumbing umumnya hanya sekitar 5–10 persen dari total anggaran pembangunan rumah. Meski porsinya kecil, kerusakan pada sistem ini justru dapat menimbulkan biaya perbaikan yang nilainya berkali-kali lipat, mulai dari pembongkaran dinding, perbaikan plafon, penggantian keramik, hingga ongkos tenaga kerja tambahan.
Baca Juga: Pinang Merah: Permata Tropis yang Mengubah Halaman Rumah Jadi Eksotis
4. Mengabaikan proses pemasangan
Pipa berkualitas sekalipun bisa mengalami masalah jika pemasangannya tidak sesuai prosedur. Penanganan yang kurang tepat saat pengiriman atau pemasangan juga berpotensi menyebabkan retak atau kerusakan yang baru terlihat setelah rumah dihuni.
5. Tidak mencari tahu kualitas produk yang digunakan
Sebelum membeli material bangunan, ada baiknya mencari informasi mengenai proses produksi dan standar kualitas produk yang digunakan. Hal ini penting untuk memastikan material mampu bertahan dalam jangka panjang.
Untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kualitas sistem perpipaan, PT Wahana Duta Jaya Rucika mengajak ratusan mitra toko bangunan mengikuti Plant Tour di fasilitas produksinya di Cibitung, Jawa Barat. Peserta diajak melihat langsung proses produksi hingga quality assurance yang diterapkan pada setiap produk.
Regional Sales Manager Rucika William Chendra mengatakan transparansi proses produksi dilakukan untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk.
"Kepercayaan pelanggan dibangun melalui kualitas yang konsisten. Dengan membuka akses bagi para mitra untuk melihat langsung proses produksi dan quality assurance di pabrik kami, Rucika ingin menunjukkan bahwa setiap produk yang kami hasilkan telah melalui pengawasan dan pengujian yang ketat sesuai standar internasional," ujarnya.
Senada, Corp Brand Communication Department Head Rucika Reynard Natamihardja mengatakan kualitas sistem perpipaan bukan hanya soal produk yang kuat, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi penghuni rumah dalam jangka panjang.
Karena itu, saat membangun rumah, jangan hanya berinvestasi pada hal-hal yang terlihat indah. Pastikan juga sistem di balik dinding, seperti perpipaan, dipilih dengan cermat agar rumah tetap nyaman dan bebas masalah selama bertahun-tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya
-
Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki
-
Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah
-
Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya
-
Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi
-
5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup
-
Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?
-
Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?