- Pelari disarankan memilih ukuran sepatu 0,5 hingga 1 nomor lebih besar guna mencegah cedera kaki saat berolahraga.
- Pembengkakan kaki, pelebaran jari, serta penggunaan kaus kaki tebal menjadi alasan utama perlunya ruang ekstra dalam sepatu.
- Penerapan aturan satu jempol dapat memastikan jarak aman antara ujung jari dan bagian depan sepatu saat digunakan.
Suara.com - Menentukan ukuran sepatu lari yang tepat sering kali membingungkan bagi para pelari pemula.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah kita harus memilih ukuran yang lebih besar (up size) dari ukuran sepatu harian.
Jawabannya singkatnya: Ya, sangat disarankan. Mengapa demikian? Menggunakan ukuran yang pas-pasan saat berlari justru bisa mengundang cedera.
Berikut adalah 6 alasan mengapa kamu harus up size saat membeli sepatu lari.
1. Kaki Mengalami Pembengkakan (Swelling)
Saat berlari, aliran darah ke kaki meningkat dan suhu tubuh naik. Hal ini menyebabkan kaki mengalami pembengkakan alami.
Jika kamu menggunakan sepatu dengan ukuran yang "pas," saat kaki memuai di kilometer ke-5 atau ke-10, sepatu akan terasa sangat sempit dan menyiksa.
2. Menghindari "Runner’s Toe" (Kuku Hitam)
Pernah melihat kuku pelari yang menghitam atau bahkan copot? Itu biasanya terjadi karena ujung jari kaki terus-menerus menabrak bagian depan sepatu (toe box).
Baca Juga: 5 Jenis Sepatu Lari dan Fungsinya Sesuai Kebutuhan, Jangan Salah Pilih!
Dengan menambah ukuran sekitar 0,5 hingga 1 nomor, kamu memberikan ruang aman agar jari kaki tidak "tersiksa" selama benturan saat berlari.
3. Jari Kaki Perlu Ruang untuk Melebar (Toe Splay)
Saat kaki menapak ke tanah, berat badan membuat telapak kaki dan jari-jari kaki melebar secara alami untuk menjaga keseimbangan.
Ruang ekstra di bagian depan sepatu memungkinkan jari-jari kaki bergerak bebas, yang membantu stabilitas dan mencegah kram.
4. Mengakomodasi Ketebalan Kaus Kaki Lari
Kaus kaki khusus lari biasanya memiliki bantalan (padding) yang lebih tebal di bagian tumit dan jari dibandingkan kaus kaki biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet