Lifestyle / Komunitas
Senin, 13 Juli 2026 | 22:02 WIB
Ilustrasi penanaman bakau. (Dok. Lautan Luas)
Baca 10 detik
  • PT Lautan Luas Tbk bertransformasi menjadi penyedia solusi industri terintegrasi di usianya yang ke-75 tahun untuk menjaga relevansi bisnis.
  • Perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan melalui pengurangan jejak karbon, efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan rehabilitasi kawasan pesisir secara nyata.
  • Lautan Luas memperkuat aspek sosial dan tata kelola perusahaan guna memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Suara.com - Di tengah isu perubahan iklim, krisis energi, dan tuntutan konsumen yang semakin peduli pada lingkungan, keberlanjutan kini bukan lagi sekadar slogan.

Semakin banyak perusahaan mulai mengubah cara mereka bertumbuh agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Transformasi ini terlihat di berbagai sektor industri, termasuk industri bahan baku yang selama ini identik dengan proses produksi berskala besar.

Salah satunya dilakukan PT Lautan Luas Tbk (LTLS). Memasuki usia ke-75 tahun, perusahaan ini menegaskan bahwa perjalanan bisnis yang panjang harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan zaman, terutama dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.

Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk, Indrawan Masrin, mengatakan usia perusahaan bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi pengingat bahwa bisnis harus terus berkembang agar tetap relevan.

"Keberlangsungan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh lamanya perjalanan, tetapi juga oleh kemampuan untuk terus berubah dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, investor, maupun masyarakat," ujarnya.

Bisnis Tak Lagi Hanya Menjual Produk

Jika dulu perusahaan lebih dikenal sebagai importir dan distributor bahan kimia, kini Lautan Luas bertransformasi menjadi penyedia solusi industri yang lebih terintegrasi.

Artinya, perusahaan tidak hanya memasok bahan baku, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan pendukung, mulai dari manufaktur, logistik, hingga solusi pengolahan air. Pendekatan seperti ini dinilai mampu membantu industri bekerja lebih efisien sekaligus lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Baca Juga: Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Transformasi tersebut juga didukung pemanfaatan teknologi dan penguatan sistem operasional agar bisnis semakin adaptif terhadap perubahan kebutuhan pasar.

Keberlanjutan Dimulai dari Hal yang Nyata

Bagi banyak orang, istilah ESG (Environmental, Social, and Governance) mungkin terdengar rumit. Padahal, penerapannya bisa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di sisi lingkungan, misalnya, perusahaan mulai berupaya mengurangi jejak karbon melalui penggunaan energi yang lebih efisien, memasang panel surya di fasilitas operasional, menerapkan prinsip ekonomi sirkular, hingga melakukan rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

Langkah-langkah tersebut mungkin tidak langsung terlihat oleh masyarakat luas, tetapi menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak industri terhadap lingkungan.

Di sisi sosial, keberlanjutan juga diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya lewat program Kampung Lautan Luas yang berfokus pada peningkatan kualitas hunian serta akses pendidikan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Load More