Suara.com - Sulit membayangkan hamparan hijau masih dapat dijumpai di tengah kota. Di sela bangunan yang menjulang tinggi dan lalu lalang kendaraan, sebidang lahan di Kebagusan justru menyuguhkan pemandangan yang tak biasa.
Hari itu saya ditugaskan untuk bertemu dengan sebuah komunitas urban farming, Tani Kota Sejati-58 Kebagusan, yang mengelola lahan hijau di tengah padatnya Jakarta.
Begitu menginjakkan kaki di kawasan Pasar Minggu, tepatnya di Kebagusan, suasana langsung terasa berbeda. Pepohonan rindang menyambut kedatangan saya. Hiruk pikuk ibu kota perlahan memudar, berganti dengan udara yang lebih sejuk.
Suara ayam berkokok dan gemericik air dari kolam terdengar bersahutan.
Orang pertama yang saya temui adalah Ali. Ia sedang duduk santai di dekat kebun ketika saya menanyakan keberadaan Andhi, penggerak komunitas tersebut.
Sambil menunggu, pandangan saya tertuju pada sebuah banner bertuliskan "Tani Kota Sejati-58 Kebagusan". Di belakangnya, pohon pepaya dan pisang tumbuh mengelilingi area kebun.
Pintu kebun terbuka. Aneka tanaman memenuhi hampir setiap sudut lahan.
Ali kemudian mengajak saya berkeliling. Ia memperkenalkan satu per satu tanaman yang dibudidayakan di sana. Di salah satu petak, ia berhenti, lalu mencabut segenggam kacang merah yang masih menempel pada akarnya.
"Ini kacang merah semua, enggak yang merah satu-satu. Kalau dijual di pasaran bisa mahal," katanya sambil memperlihatkan hasil panen tersebut.
Baca Juga: Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi
Menurut Ali, kacang merah organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan hasil budidaya biasa.
Tak lama kemudian, Andhi datang menyambut saya. Di bawah gubuk beratapkan seng yang berdiri di tengah kebun, ia mulai menceritakan bagaimana Tani Kota Sejati-58 Kebagusan lahir.
Bau Tak Sedap menjadi Titik Awal
Andhi menunjuk ke arah perkebunan yang terbentang di hadapan kami. Sulit dipercaya, lahan yang sekarang ini dipenuhi pepohonan, tanaman sayur, hingga kolam ikan itu pernah menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Pada awalnya lahan ini adalah tempat pembuangan puing-puing rumah tangga. Ditemukan banyak sampah organik maupun anorganik memenuhi kawasan tersebut.
Andhi membeberkan bahwa ia termasuk pendatang baru di wilayah ini saat masa-masa pandemi COVID-19. Kondisi itu memaksanya untuk melakukan berbagai aktivitas dari rumah, termasuk bekerja (work from home).
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
7 Cara Mengecek HP Disadap atau Tidak, Segera Periksa Pakai Kode Rahasia Ini!
-
Kisah Tani Kota Sejati 58 Kebagusan, Saat Tumpukan Sampah Disulap Jadi Hamparan Hijau
-
Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat
-
Warga Timteng Siaga, Amerika Siap Serang Iran Lagi, Donald Trump: Akan Lebih Besar
-
Shio Apa yang Cocok dengan Kelinci dalam Percintaan?
-
Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD 2026 Usai Dikeluhkan Pemda, Tapi Izin Prabowo Dulu
-
Pakar Ingatkan Kepala BGN Jangan Cuma Awasi Dapur MBG: Rantai Pangan dari Petani Juga Harus Dijaga
-
5 Hair Dryer Low Watt yang Hemat Listrik, Cocok untuk Anak Kos hingga Traveling
-
Ulasan Film Sihir Tanah Kubur: Saat Dendam Gaib Memecah Belah Ikatan Darah!
-
Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi