- Telinga berdenging sering dikaitkan dengan anggapan bahwa ibadah seseorang tidak diterima, meski kepercayaan tersebut belum tentu memiliki dasar dalam ajaran Islam.
- Dalam Islam, diterima atau tidaknya ibadah merupakan hak Allah SWT dan tidak dapat dipastikan melalui tanda-tanda fisik.
- Berikut penjelasan Buya Yahya mengenai mitos telinga berdenging agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahaminya.
Karena itu, Buya Yahya menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
"Itu berdenging, tanya ke dokter. Ada tekanan apa begitu, kurang ini sehingga berdenging. Insya Allah seperti itu. Kok sering banget? Ya mungkin penyakitmu agak kuat," jelasnya.
Melalui penjelasan tersebut, Buya Yahya mengajak umat Islam agar lebih berpegang pada dalil yang jelas daripada mempercayai mitos yang beredar di masyarakat.
Apabila mengalami telinga berdenging, sikap yang bijak adalah tetap beribadah seperti biasa dan memeriksakan kondisi tersebut ke dokter jika berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui laman resminya menjelaskan bahwa terdapat sebuah hadis yang menganjurkan seorang Muslim untuk mengingat Allah, bershalawat kepada Rasulullah SAW, serta mendoakan kebaikan bagi orang yang sedang membicarakan dirinya dengan baik ketika mengalami telinga berdenging.
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Suyuthi dan juga memiliki riwayat serupa dari Imam al-Thabrani dengan makna yang sama. Dalam hadis tersebut disebutkan:
"Jika berdengung telinga seseorang dari kalian, maka hendaklah ia mengingat aku, bershalawat atasku, dan berkatalah (berdoa): semoga Allah membicarakan kebaikan orang yang membicarakan kebaikanku."
MUI menjelaskan bahwa hadis ini mendorong umat Islam untuk merespons fenomena telinga berdenging dengan memperbanyak zikir, shalawat, dan doa, bukan dengan rasa takut atau keyakinan terhadap pertanda buruk.
MUI juga mengutip penjelasan sejumlah ulama mengenai hadis tersebut.
Baca Juga: Minum Susu Saat 1 Muharram Sunnah atau Bid'ah? Ini Penjelasan Buya Yahya
Salah satunya Imam al-Shan'ani yang menerangkan bahwa telinga berdenging dikaitkan dengan adanya orang yang sedang membicarakan kebaikan seseorang sehingga dianjurkan untuk membalasnya dengan doa.
Sedangkan Imam al-Munawi menjelaskan bahwa telinga berdenging merupakan tanda Rasulullah SAW menyebut kebaikan orang tersebut di alam ruh.
Penjelasan ini merupakan syarah (penafsiran) para ulama terhadap hadis yang dikutip MUI, sehingga dipahami sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam, bukan sebagai kepastian yang disepakati seluruh ulama. Wallahu A'lam bissawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?