Lifestyle / Komunitas
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:00 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak bersama istri, Arumi Bachsin dan putrinya, ikut memeriahkan parade Jember Fashion Carnaval 2026. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Jember Fashion Carnaval 2026 sukses diselenggarakan pada 24–26 Juli 2026 di Alun-Alun Central Park, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
  • Ribuan wisatawan domestik serta mancanegara memadati acara yang menampilkan parade busana bertema kepedulian lingkungan dan kemanusiaan.
  • Festival pariwisata unggulan tersebut memberikan dampak positif berupa peningkatan penjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.

Suara.com - Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 sukses menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara selama penyelenggaraan pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Alun-Alun Central Park, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ajang yang mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth, and Life" itu tidak hanya menjadi panggung kreativitas busana jalanan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai salah satu agenda unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, JFC 2026 dipadati pengunjung pada puncak penyelenggaraannya.

Ribuan warga dan wisatawan menyaksikan pertunjukan teatrikal kolosal bertajuk "Dewi Bumi" yang membuka rangkaian Grand Carnival, sebelum dilanjutkan dengan parade kostum sepanjang 3,6 kilometer dari Central Park menuju GOR PKPSO Kaliwates.

Ratusan peserta yang tergabung dalam delapan defile menampilkan beragam karya busana dengan pesan tentang kepedulian terhadap kemanusiaan, lingkungan, dan keberlanjutan kehidupan.

Puncak acara dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana, Bupati Jember Muhammad Fawaid, Presiden Jember Fashion Carnaval Budi Setiawan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Arumi Bachsin, Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Jember.

Presiden Jember Fashion Carnaval Budi Setiawan mengatakan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan JFC 2026 menunjukkan bahwa seni kostum mampu menjadi media efektif untuk menyampaikan isu-isu global, termasuk keberlanjutan lingkungan.

"JFC 2026 membuktikan bahwa seni kostum dan budaya mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan global tentang keberlanjutan lingkungan. Kehadiran ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa adalah magnet utama pariwisata daerah," ujar Budi dalam rilis yang diterima, Selasa (28/7/2026).

Selain menjadi atraksi wisata, penyelenggaraan JFC 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Tingkat hunian hotel di Jember meningkat selama akhir pekan pelaksanaan festival. Di sisi lain, pusat kuliner dan pasar kreatif yang diisi pelaku UMKM ramai dikunjungi wisatawan.

Baca Juga: PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

Kementerian Pariwisata menilai JFC menjadi salah satu contoh penyelenggaraan event yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah melalui dukungan program Karisma Event Nusantara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana mengapresiasi konsistensi JFC yang terus berkembang sebagai salah satu agenda unggulan nasional.

"Kementerian Pariwisata sangat mengapresiasi konsistensi Jember Fashion Carnaval dalam merawat dan memajukan industri kreatif Indonesia. Sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, JFC tidak hanya sukses memicu pergerakan ribuan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pesta budaya mampu memberikan dampak turunan yang besar bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perajin lokal," kata Widiyanti.

Dampak positif juga dirasakan pelaku UMKM. Sebanyak 40 stan produk unggulan yang dikoordinasikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember memenuhi area sepanjang lintasan parade. Para pelaku usaha, mulai dari penjual kuliner hingga produk fesyen, mencatat peningkatan penjualan selama festival berlangsung.

Tak hanya itu, penyelenggaraan JFC juga menjadi ruang bagi para seniman dan talenta dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempromosikan budaya lokal kepada publik internasional.

Keberhasilan penyelenggaraan JFC 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu destinasi wisata kreatif di Indonesia. Melalui dukungan Karisma Event Nusantara, ajang ini diharapkan terus menjadi motor penggerak pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus memperluas promosi Indonesia di panggung fesyen dunia.

Load More