- Dr. Timothy Astandu menerima penghargaan MURI di Jakarta pada Juli 2026 setelah mengunjungi 197 negara berdaulat.
- Pencapaian tersebut membuktikan bahwa paspor Indonesia tetap dapat digunakan untuk mengunjungi seluruh negara berdaulat di dunia.
- CEO Populix tersebut berhasil membagi waktu antara perjalanan internasional dan tanggung jawab memimpin perusahaan riset teknologi.
Suara.com - Tidak banyak orang yang bisa mengatakan telah menginjakkan kaki di seluruh negara berdaulat di dunia. Lebih sedikit lagi yang berhasil melakukannya dengan paspor Indonesia.
Prestasi itulah yang diraih Dr. Timothy Astandu. Pada Juli 2026, ia resmi menerima penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai "Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak" setelah menuntaskan perjalanan ke 197 negara dan wilayah yang kedaulatannya diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Brasil menjadi negara terakhir yang ia kunjungi pada Mei 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, di Gedung Jaya Suprana Institute, Kelapa Gading, Jakarta.
Namun, bagi Timothy, pencapaian itu bukan sekadar soal jumlah negara yang berhasil dikunjungi. Di baliknya ada perjalanan panjang yang dimulai sejak masa kecil, berkat sang ibu yang menanamkan kecintaan pada dunia.
"Secara khusus saya mengajak ibu saya untuk menerima penghargaan dari MURI. Karena beliau-lah yang telah menurunkan hobi menjelajah ini, dimulai dari kunjungan ke negara Jerman saat saya berusia satu tahun," ujar Timothy.
Ibunya sempat mengunjungi 87 negara sebelum akhirnya berhenti karena faktor usia dan kesehatan. Semangat itulah yang kemudian diteruskan Timothy hingga berhasil menuntaskan perjalanan ke seluruh negara berdaulat di dunia.
Mematahkan Anggapan Paspor Indonesia Lemah
Selama ini, paspor Indonesia kerap dianggap memiliki keterbatasan dibandingkan paspor negara maju. Namun, pengalaman Timothy justru menunjukkan sudut pandang berbeda.
Menurut alumnus University of Oxford dan University of Cambridge tersebut, paspor Indonesia memang menghadapi tantangan ketika memasuki sejumlah negara maju. Namun, secara keseluruhan paspor Indonesia tetap dapat digunakan untuk mengunjungi seluruh negara berdaulat.
Baca Juga: iQOO Z11 Resmi di Indonesia, HP Baterai 9.020mAh Pertama Pecahkan Rekor MURI
"Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Kalau tujuannya adalah ke negara-negara maju memang benar pemegang paspor Indonesia lebih sulit. Tapi paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise. Tidak ada negara yang secara khusus memblokir Indonesia," katanya.
Ia menilai posisi diplomatik Indonesia sebagai negara non-blok menjadi salah satu faktor yang membuat paspor Indonesia diterima di berbagai negara, termasuk wilayah yang selama ini dikenal tertutup bagi banyak warga negara lain.
Menjelajah Sambil Memimpin Perusahaan
Perjalanan ke hampir 200 negara ternyata dilakukan bersamaan dengan tanggung jawabnya sebagai CEO dan Co-founder Populix, perusahaan riset berbasis teknologi yang didirikannya pada 2018.
Baginya, perjalanan bukan alasan untuk meninggalkan pekerjaan. Sebaliknya, ia belajar mengatur waktu seefisien mungkin.
"Saya harus pintar membagi waktu. Saya harus memutar otak agar perjalanan saya efisien. Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga terbang di Jumat malam dan pulang kembali di Minggu sore agar langsung dapat bekerja di Senin pagi," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep Bawa 250 Penumpang
-
Promo Referral BRImo Lewat Aplikasi Tring Berhadiah Cashback Langsung!
-
KAI Divre III Palembang Salurkan TJSL Rp890 Juta, Perkuat Pembangunan Sosial di Sumsel
-
Ulasan Novel Rumah Kaca, Menyingkap Sisi Gelap Pengawasan Kekuasaan Kolonial
-
BRI Insurance Perkuat Proteksi Pelaku Usaha Melalui Produk Property All Risks
-
5 Tipe Pengendara SUV, Anda yang Mana? Ini Opsi 6 Mobil Bekas Murah dan Bandel
-
Kronologi Power Bank Berasap dan Mengeluarkan Percikan Api di Penerbangan Batik Air
-
Foundation Merek Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 7 Pilihannya yang Minim Luntur
-
Bukan Konten Joget, 4 Bocah Ini Pilih Bersihkan Selokan hingga Dijuluki Pandawara Cilik
-
The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati