- Simulasi penggunaan AC selama delapan jam sehari menunjukkan bahwa AC inverter menghasilkan perkiraan biaya bulanan lebih rendah daripada AC low watt.
- Daikin Indonesia menyatakan bahwa kapasitas PK menunjukkan kemampuan pendinginan, sedangkan konsumsi listrik aktual bervariasi bergantung pada spesifikasi model dan kondisi ruangan.
- Sebelum membeli pendingin ruangan, pembeli perlu memeriksa konsumsi daya, luas ruangan, kapasitas listrik rumah, serta durasi pemakaian harian.
Suara.com - Berapa biaya listrik AC inverter dan AC low watt per bulan? Pertanyaan ini penting dipertimbangkan sebelum membeli AC, terutama bagi rumah yang menyalakan pendingin ruangan selama berjam-jam setiap hari.
AC inverter dan AC low watt sama-sama dirancang untuk membantu menekan konsumsi listrik, tetapi cara kerjanya berbeda. Karena itu, angka watt yang tercantum pada spesifikasi AC tidak bisa langsung dijadikan patokan biaya listrik bulanan.
Sebagai gambaran, AC low watt Panasonic seri KN saat ini tersedia dalam kapasitas 1/2 PK, 3/4 PK dan 1 PK. Konsumsi dayanya masing-masing tercatat 330 watt, 530 watt dan 660 watt.
Sementara itu, AC inverter bekerja dengan mengatur kecepatan kompresor sesuai kebutuhan pendinginan. Ketika suhu ruangan sudah mendekati target, konsumsi listrik dapat turun dibandingkan kondisi awal ketika AC bekerja lebih keras.
Asumsi hitungan biaya listrik AC
Untuk membuat perbandingan yang mudah dipahami, simulasi berikut menggunakan pemakaian 8 jam sehari selama 30 hari, sehingga total pemakaian mencapai 240 jam per bulan.
Tarif listrik yang digunakan adalah Rp1.444,70 per kWh, yaitu tarif pelanggan rumah tangga nonsubsidi 1.300 VA dan 2.200 VA yang berlaku pada September 2026. Tarif tersebut juga masih berlaku pada periode Juli-September 2026.
Rumusnya:
Biaya listrik = daya dalam kW × lama pemakaian × tarif listrik
Namun, untuk AC inverter, perhitungan tidak sebaiknya menggunakan satu angka watt maksimum karena konsumsi dayanya dapat berubah sesuai beban pendinginan.
Dalam simulasi ini digunakan angka konsumsi rata-rata sebagai ilustrasi:
- AC inverter 1/2 PK: sekitar 250 watt
- AC inverter 3/4 PK: sekitar 400 watt
- AC inverter 1 PK: sekitar 500 watt
- AC low watt 1/2 PK: 330 watt
- AC low watt 3/4 PK: 530 watt
- AC low watt 1 PK: 660 watt
Sebagai catatan, angka inverter di atas merupakan asumsi simulasi, bukan klaim bahwa semua AC inverter pada kapasitas tersebut selalu mengonsumsi daya sebesar itu. Konsumsi aktual dapat berbeda berdasarkan model, suhu yang dipilih, ukuran ruangan, insulasi, suhu luar, jumlah orang di dalam ruangan, serta lama kompresor bekerja.
Perbandingan biaya listrik AC inverter vs low watt
| Kapasitas AC | Inverter (Asumsi Rata-rata) | Perkiraan Biaya/Bulan | Low Watt | Perkiraan Biaya/Bulan | Selisih |
|---|---|---|---|---|---|
| 1/2 PK | 250 W | Rp86.682 | 330 W | Rp114.420 | Rp27.738 |
| 3/4 PK | 400 W | Rp138.691 | 530 W | Rp183.766 | Rp45.075 |
| 1 PK | 500 W | Rp173.364 | 660 W | Rp228.840 | Rp55.476 |
Simulasi menggunakan pemakaian AC 8 jam sehari selama 30 hari dan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh. Angka konsumsi AC inverter merupakan asumsi rata-rata untuk simulasi, bukan spesifikasi seluruh model AC inverter.
Biaya Listrik AC Jika Dipakai 6 Jam Sehari
| Kapasitas AC | Inverter | Low Watt |
|---|---|---|
| 1/2 PK | Rp65.012 | Rp85.996 |
| 3/4 PK | Rp104.018 | Rp137.727 |
| 1 PK | Rp130.023 | Rp171.431 |
Simulasi menggunakan pemakaian AC 6 jam sehari selama 30 hari dan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh.
Biaya Listrik AC Jika Dipakai 12 Jam Sehari
| Kapasitas AC | Inverter | Low Watt |
|---|---|---|
| 1/2 PK | Rp130.023 | Rp171.631 |
| 3/4 PK | Rp208.037 | Rp275.649 |
| 1 PK | Rp260.045 | Rp343.260 |
Simulasi menggunakan pemakaian AC 12 jam sehari selama 30 hari dan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh.
Asumsi Konsumsi Daya AC yang Digunakan
| Kapasitas AC | AC Inverter | AC Low Watt |
|---|---|---|
| 1/2 PK | 250 W | 330 W |
| 3/4 PK | 400 W | 530 W |
| 1 PK | 500 W | 660 W |
Angka AC inverter merupakan asumsi konsumsi rata-rata untuk kebutuhan simulasi. Konsumsi aktual dapat berubah sesuai suhu ruangan, suhu luar, ukuran ruangan, insulasi, jumlah orang di dalam ruangan, pengaturan suhu, serta kondisi kompresor.
AC inverter belum tentu selalu lebih murah
Meski simulasi menunjukkan biaya AC inverter dapat lebih rendah, pembeli sebaiknya tidak hanya melihat label inverter atau low watt.
Daikin Indonesia menjelaskan bahwa PK merupakan ukuran kemampuan pendinginan AC, bukan konsumsi listrik. Untuk AC 1/2 PK, misalnya, konsumsi listrik dapat berbeda antara AC standard, low watt dan inverter. Daikin mencatat kisaran konsumsi AC 1/2 PK standard sekitar 350-500 watt, low watt sekitar 300-400 watt, sedangkan inverter dapat berada di kisaran 200-450 watt ketika suhu sudah stabil.
Artinya, AC low watt dengan spesifikasi tertentu bisa saja memiliki konsumsi listrik yang rendah dibandingkan AC inverter dari model lain.
Selain itu, kondisi ruangan juga sangat menentukan. Ruangan yang terkena panas matahari langsung, memiliki banyak celah udara atau tidak sesuai dengan kapasitas AC akan membuat pendingin bekerja lebih keras.
Daikin juga mengingatkan bahwa pemilihan PK seharusnya mempertimbangkan karakter ruangan dan kebutuhan pendinginan, bukan sekadar ukuran PK.
Mana yang Lebih Hemat?
Jika melihat simulasi dengan asumsi konsumsi rata-rata di atas, AC inverter menghasilkan perkiraan biaya listrik bulanan lebih rendah daripada AC low watt pada ketiga kapasitas yang dibandingkan.
Namun, angka tersebut bukan jaminan bahwa setiap AC inverter pasti lebih hemat. Konsumsi listrik aktual harus dilihat dari spesifikasi model yang dibandingkan dan pola penggunaan sehari-hari.
Untuk pengguna yang menyalakan AC dalam waktu lama, kemampuan inverter menurunkan kerja kompresor setelah suhu ruangan tercapai dapat menjadi salah satu pertimbangan. Sementara itu, AC low watt dapat menjadi pilihan bagi rumah dengan kapasitas listrik terbatas karena konsumsi dayanya memang dirancang lebih rendah.
Jadi sebelum membeli, jangan hanya bertanya "AC inverter atau low watt yang lebih hemat?". Periksa juga konsumsi daya, kapasitas pendinginan, efisiensi energi, luas ruangan, kapasitas listrik rumah dan berapa lama AC akan digunakan setiap hari.
Dengan begitu, perhitungan biaya listrik AC akan lebih mendekati kondisi penggunaan sebenarnya.