Ryaas Rasyid Kritik Tajam Pemerintahan Prabowo: Masalah Bertumpuk karena Pemimpin Tak Paham Akar!

Selasa, 22 September 2026 | 14:08 WIB
Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional Ryaas Rasyid. [tangkapan layar YouTube]
BACA 10 DETIK
  • Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai gagal menyelesaikan masalah akibat tidak memahami akar persoalannya.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Ryaas  Rasyid dalam YouTube Forum Keadilan TV.
  • Ryaas menilai mendatangkan banyak ahli tidak berguna jika pemerintah tidak mengubah pola penanganan serta memahami kondisi rakyat.

Suara.com - Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional Ryaas Rasyid menilai pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak cukup hanya mendatangkan para ahli untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi Indonesia.

Menurut Ryaas, persoalan utama justru terletak pada kemampuan memahami akar masalah sebelum menentukan langkah penyelesaian.

Ia menilai berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini telah menumpuk dan saling berkaitan dengan ketidakmampuan menyelesaikannya.

“Karena itu terjadi akumulasi kan, terjadi perputaran yang akumulatif antara masalah besar dan ketidakmampuan mengatasi masalah,” kata Ryaas dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (22/9/2026).

Ryaas mengatakan masalah yang terus bertumpuk akan sulit diselesaikan jika tidak diikuti kemampuan untuk memahami persoalan secara menyeluruh.

“Jadi masalah beliau itu ketidakmampuan. Jadi ini masalah bertumpuk-tumpuk enggak mungkin ada solusi,” ujarnya.

Menurut Ryaas, seorang pemimpin harus terlebih dahulu memahami duduk perkara sebelum menentukan solusi. Pemahaman itu mencakup penyebab masalah hingga berbagai pilihan yang tersedia untuk mengatasinya.

“Karena begini untuk bisa menemukan solusi, anda harus mengerti duduk masalah, anda harus mengerti sebab-sebab terjadinya masalah, anda harus mengerti pilihan alternatif untuk mengatasi masalah,” tegasnya.

Ryaas bahkan menyebut mendatangkan puluhan ahli tidak akan otomatis menyelesaikan persoalan apabila pola penanganan masalah tidak berubah.

“Seandainya pun semua orang pintar di dunia, katakanlah anda membutuhkan 20 orang pintar untuk mengurus negara ini didatangkan ke Indonesia, tidak akan selesai dengan pola sekarang ini,” ucapnya.

Karena itu, Ryaas menilai pemerintah membutuhkan perubahan dalam cara melihat dan menangani persoalan masyarakat.

Ia menyebut pemimpin perlu memiliki keteguhan sekaligus keterbukaan untuk memahami kondisi rakyat serta menyelesaikan persoalan secara bertahap.

“Diperlukan satu keteguhan hati dan keterbukaan hati untuk menyayangi rakyat memahami masalah mereka dan menemukan simpul-simpul permasalahan yang bisa diatasi secara bertahap,” pungkasnya.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com