- Lulusan S1 Arsitektur di Indonesia memerlukan Program Pendidikan Profesi Arsitek untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Arsitek.
- BAN-PT menerbitkan akreditasi pertama untuk Program Pendidikan Profesi Arsitek Universitas Pelita Harapan sejak Juli 2026.
- Program profesi UPH menawarkan kurikulum satu tahun yang mencakup teknologi digital, regulasi, dan praktik arsitektur.
Suara.com - Mendesain bangunan mungkin menjadi bagian yang paling terlihat dari pekerjaan seorang arsitek. Namun, untuk menjadi arsitek profesional, kemampuan menggambar dan merancang saja tidak cukup.
Ada pengetahuan teknis, pemahaman regulasi, kemampuan bekerja dalam tim, hingga pengalaman praktik yang perlu dikuasai.
Karena itu, perjalanan pendidikan seorang calon arsitek tidak selalu selesai setelah mendapatkan gelar sarjana.
Lulusan Sarjana Arsitektur (S1) yang ingin berpraktik secara mandiri di Indonesia perlu melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) sebagai salah satu tahapan untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA).
Kebutuhan terhadap pendidikan profesi ini masih cukup besar. Berdasarkan data Dewan Arsitek Indonesia per Juli 2026, dari lebih dari 26.000 anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), baru sekitar 8.570 orang yang telah memiliki STRA.
Salah satu perguruan tinggi yang menghadirkan pendidikan profesi tersebut adalah Universitas Pelita Harapan (UPH). PPAr UPH baru saja memperoleh status Terakreditasi Pertama dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui SK Nomor 436/SK/BAN-PT/Ak.P/2.0/Profesi/VII/2026. Akreditasi tersebut berlaku mulai 21 Juli 2026 hingga 21 Juli 2028.
Belajar Arsitektur Lebih Dekat dengan Dunia Praktik
Ketua Program Studi PPAr UPH, Ar. Andreas Dwiputro Handoyo, S.T., M.T., mengatakan program ini dirancang dengan skema pendidikan 4+1, yaitu empat tahun pendidikan sarjana yang dilanjutkan satu tahun pendidikan profesi.
Selama dua semester atau 36 SKS, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan desain, tetapi juga memahami bagaimana sebuah gagasan arsitektur dikembangkan hingga dapat diwujudkan.
Baca Juga: Kembali Digelar, ARCH:ID 2026 Angkat Arsitektur sebagai Ekosistem Kolaboratif
Salah satu fokus pembelajaran adalah perancangan bangunan publik multifungsi di kawasan perkotaan yang dipadukan dengan teknologi digital.
“Kami tidak hanya mengajarkan bagaimana merancang bangunan dalam konteks lingkungan perkotaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pendekatan desain komputasional dan fabrikasi digital untuk menghasilkan solusi arsitektur yang inovatif serta dapat diwujudkan menjadi prototipe,” ujar Andreas.
Proses belajar juga didukung dosen yang merupakan akademisi sekaligus praktisi dan telah memiliki STRA. Mahasiswa mendapatkan pendampingan dengan rasio satu dosen untuk enam mahasiswa.
Fasilitas pembelajaran pun dirancang mendekati kebutuhan dunia kerja, mulai dari Laboratorium Kayu dan Metal hingga Laboratorium Pemodelan Digital yang dilengkapi 3D printing, CNC cutting, dan laser cutting. Tersedia pula laboratorium komputer dengan perangkat lunak berlisensi resmi.
Arsitek Masa Kini Butuh Lebih dari Kemampuan Mendesain
Perkembangan teknologi dan kebutuhan kota membuat profesi arsitek ikut berubah. Karena itu, mahasiswa PPAr UPH juga dibekali kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, etika profesi, regulasi bangunan, hingga aspek keselamatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung