Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 11 April 2026 | 22:10 WIB
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) kembali menggelar event tahunan yang dikenal juga sebagai ARCH:ID. (Dok: Ist)

Suara.com - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) kembali menggelar event tahunan yang dikenal juga sebagai ARCH:ID. Di edisi keenamnya ini, pameran dirancang melalui kurasi kolaboratif bersama lebih dari 60 arsitek lintas generasi termasuk Andra Matin, Muhammad Sagitha, M. Ikhsan Hamiru, dan Artiandi Akbar serta komunitas seperti Ibu Arsitek, IALRC, dan Scootarch.

"Melalui pendekatan kolaborasi antara brand dan arsitek, kami ingin mendorong setiap booth tidak hanya tampil sebagai ruang display produk, tetapi sebagai karya yang memiliki narasi dan kualitas desain yang kuat. Kehadiran Curated Best Booth Award menjadi bentuk apresiasi atas upaya tersebut, sekaligus memberikan nilai tambah bagi brand dalam membangun positioning dan pengalaman yang lebih berkesan di ARCH:ID 2026," ujar Project Director PT CIS Exhibition, R. Arief Sofyan Rudiantoro.

Sebagai penguat arah kuratorial, ARCH:ID 2026 dikuratori oleh Ar. Afwina Kamal, IAI (Hadiprana Design), Ar. Trianzani Sulshi, IAI (Studio Aliri), dan Ar. Dhanie Syawalia, IAI (Dhanie & Sal). Mengangkat tema “Skema Sintesa Arsitektur Keterlibatan”, pameran ini melihat arsitektur sebagai ekosistem yang terbuka dan kolaboratif; tempat berbagai disiplin saling terhubung, dialog terus berkembang, serta batas-batas antar bidang disamarkan.

"Arsitektur telah lama menyimpan ilusi otonomi; seolah-olah merupakan disiplin yang hanya menjawab pada dirinya sendiri. Skema Sintesa membongkar anggapan ini, dengan menegaskan bahwa lingkungan binaan tidak pernah semata-mata merupakan hasil kerja arsitek. Setiap proyek dibentuk oleh sistem dan berbagai aktor di luar studio desain," ujar Tim Kurator ARCH:ID 2026.

Mengacu pada tema yang diangkat, kolaborasi di ARCH:ID 2026 pun berkembang lebih luas. Tidak hanya dalam praktik arsitektur, tetapi juga melibatkan berbagai disiplin kreatif, mulai dari lighting designer, desainer grafis, desainer produk, hingga arsitek lanskap turut berkontribusi bersama brand sebagai mitra industri. Partisipasi ini diperkuat oleh dukungan sejumlah institusi dan asosiasi profesional, antara lain Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Aliansi Designer Product Indonesia (ADPII), Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), serta Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

Melalui pendekatan lintas disiplin ini, ARCH:ID 2026 menempatkan arsitektur sebagai sebuah ekosistem yang dinamis dan saling terhubung. Menjadikan pameran ARCH:ID sebagai ruang di mana beragam keahlian bertemu, berkolaborasi, dan bersama-sama membentuk pengalaman ruang yang lebih komprehensif dan bermakna.

Sebagai pameran B2B yang dikurasi, pameran ini mendorong kolaborasi antara brand, arsitek, dan praktisi lintas disiplin guna meningkatkan kualitas desain dan strategi komunikasi. Kategori produk yang dihadirkan mencakup renewable dan sustainable architecture, smart building, modular solutions, BIM (Building Information Modelling), hingga berbagai produk arsitektur, interior, material bangunan, serta surface dan finishing. Menegaskan komitmen terhadap praktik berkelanjutan dan masa depan arsitektur yang lebih ramah lingkungan.

ARCH:ID 2026 akan berlangsung pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City dan ditargetkan menarik sekitar 31.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan, sekaligus menjadi platform penting bagi para profesional untuk terhubung dan berkolaborasi.

Baca Juga: Menikmati Bali Lewat Seni yang Bicara tentang Semesta dan Jiwa

Load More