- KSOP Kelas III Labuan Bajo menutup pelayaran ke Pulau Padar sejak akhir 2025 akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
- Penutupan sementara tersebut diputuskan setelah terjadi insiden kapal wisata tenggelam di perairan Pulau Padar pada 26 Desember 2025.
- Pembatasan akses wisata perairan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pelayaran dari risiko angin kencang hingga Juli 2026.
Suara.com - Kenapa Pulau Padar ditutup? Pertanyaan ini kembali menjadi perhatian setelah aktris Jessica Mila bersama keluarganya diketahui berlibur ke kawasan Labuan Bajo dan mengunjungi destinasi yang menjadi salah satu ikon wisata Nusa Tenggara Timur tersebut.
Momen liburan Jessica Mila dan keluarga di Pulau Padar pun mendapat sorotan dari warganet. Di tengah perbincangan tersebut, muncul pertanyaan mengenai kondisi terkini akses wisata ke Pulau Padar dan alasan kawasan tersebut sempat ditutup bagi wisatawan.
Pulau Padar merupakan salah satu destinasi populer di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pemandangan dari atas bukit dengan kombinasi laut biru dan tiga teluk yang khas membuat pulau ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Namun, akses menuju Pulau Padar tidak selalu dibuka. Salah satu alasan utama penutupan adalah kondisi cuaca buruk, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran kapal wisata.
Kenapa Pulau Padar Ditutup?
Penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dilakukan karena faktor keselamatan pelayaran.
Sejak akhir 2025, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar.
Keputusan tersebut diambil setelah kondisi cuaca di sekitar perairan Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Padar dinilai tidak aman untuk aktivitas pelayaran wisata.
Kondisi tersebut ditandai dengan cuaca buruk, angin kencang, serta potensi gelombang tinggi di perairan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.
Penutupan ini bukan berarti Pulau Padar ditutup secara permanen. Akses wisata dapat kembali dibuka ketika kondisi perairan dan cuaca dinilai aman untuk pelayaran.
Baca Juga: Geger Rencana 600 Vila di Pulau Padar, Menhut Raja Juli: Bangunan Beton Tidak Boleh!
Penutupan Pulau Padar Berkaitan dengan Insiden Kapal Tenggelam
Keputusan menutup sementara pelayaran menuju Pulau Padar juga dilakukan setelah terjadi insiden kapal wisata tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat, 26 Desember 2025. Kecelakaan ini yang membuat Fernando Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia FC meninggal tenggelam.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kondisi cuaca dan laut dapat menjadi faktor risiko serius bagi kapal wisata yang membawa wisatawan menuju sejumlah destinasi di kawasan Taman Nasional Komodo.
Setelah kejadian tersebut, KSOP Kelas III Labuhan Bajo berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran. KSOP juga mengeluarkan notice to mariner sebagai pemberitahuan kepada pelaku pelayaran mengenai kondisi perairan dan penutupan sementara rute menuju Pulau Komodo serta Pulau Padar.
Apakah Pulau Padar Masih Ditutup?
Berita Terkait
-
Mata Batin 2: Teror Arwah Darmah dan Rahasia Kelam di Panti Asuhan, Malam Ini di ANTV
-
Effortlessly Stylish Ramadan: Contek Gaya Nikita Willy, Indra Priawan, Jessica Mila & Andrew White
-
Akui Sempat Malu Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala, Jessica Mila Tuai Kritik
-
Sinetron Fenomenal GGS Simpan Cerita Kelam, Kevin Julio Bongkar Kondisi Jessica Mila Tidur di Hutan
-
Jessica Mila Beberkan Rencana Hamil Lagi di 2026, Karier Sementara Ditahan?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun
-
Rayakan HUT ke-81 RI, Imigrasi Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis
-
Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG
-
Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Polisi Ungkap 169 Kg Ganja di Deli Serdang, 3 Orang Ditangkap
-
Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan
-
Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut
-
Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG
-
Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?