- Pendiri NU KH Muhammad Hasyim Asy'ari menyatakan bahwa salat Rebo Wekasan tidak disyariatkan dalam agama Islam.
- Sebagian masyarakat memperingati Rabu terakhir bulan Safar dengan salat khusus karena meyakini turunnya banyak bala.
- Hasyim Asy'ari menegaskan larangan memberi fatwa, mengajak, atau melakukan salat tersebut karena tidak memiliki dasar rujukan sahih.
Mengapa Hasyim Asy'ari Tidak Membenarkan Salat Rebo Wekasan?
Dalam jawabannya, Hasyim Asy'ari juga mengingatkan agar seseorang tidak sembarangan mengambil dasar hukum dari kitab-kitab yang dinilai tidak mu'tabarah atau tidak menjadi rujukan utama.
Ia mengutip keterangan dari Hawasyi Al-Asybah wan Nazhair karya Imam Al-Hamdi yang menyebutkan bahwa fatwa tidak semestinya diambil dari kitab-kitab yang tidak mu'tabarah.
Selain itu, ia merujuk Tadzkiratul Maudhu'at karya Al-Mulla Ali Al-Qari. Dalam keterangan tersebut dijelaskan pentingnya mengambil hadis Nabi, persoalan fikih, dan tafsir Al-Qur'an dari kitab-kitab yang telah teruji dan masyhur.
Hasyim Asy'ari juga menolak penggunaan hadis umum mengenai keutamaan memperbanyak salat sebagai dasar untuk menetapkan salat Rebo Wekasan. Menurutnya, hadis tentang salat sebagai sebaik-baiknya perbuatan berlaku untuk salat yang memang telah disyariatkan.
"Dan tidak bisa seseorng berdalil dengan hadis shahih dari Rasulullah ini 'Salat adalah sebaik-baiknya perbuatan, siapa yang ingin memperbanyak maka perbanyaklah, dan siapa yang ingin melakukan sedikit maka lakukanlah'.
Karena ini berlaku khusus untuk salat yang disyariatkan. Sekiranya tidak bisa tetap kesunnahannya salat Hadiah dengan dalil hadis palsu, maka juga tidak bisa tetap kesunnahannya salat Rebo Wekasan dengan dalil perkataan para ulama arifin."
Berdasarkan penjelasan KH Muhammad Hasyim Asy'ari, salat Rebo Wekasan bukan salat yang disyariatkan sehingga tidak dapat ditetapkan sebagai ibadah sunnah khusus pada Rabu terakhir bulan Safar.
"Malah bisa menjadi haram. sebab ini bisa talabbus bi-ibadatin fasidah atau melakukan ibadah yang rusak atau tidak sah. Wallahusubhanau wata'ala a'lam." demikian penjelasan dari Hasyim Asy'ari.
Dengan demikian, persoalan utama yang disoroti Hasyim Asy'ari bukan sekadar mengenai kegiatan masyarakat pada Rabu terakhir bulan Safar, tetapi mengenai penetapan suatu amalan tertentu sebagai ibadah yang memiliki hukum dan keutamaan khusus tanpa dasar yang kuat.
Baca Juga: Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
Berita Terkait
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Siapa Pendiri Ponpes Tebuireng? Bangunan Pesantren Dipuji Menteri PU
-
Mitos-Mitos Rabu Wekasan, Benarkah Membawa Sial Bagi yang Menikah dan Bepergian Jauh?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan
-
Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda