- Penggunaan kontrasepsi hormonal dapat memicu melasma atau flek hitam di wajah akibat produksi melanin berlebih.
- Sinar matahari memperparah kondisi ini sehingga memerlukan perlindungan ketat menggunakan tabir surya dan topi lebar.
- Penanganan medis seperti konsultasi dokter, krim pencerah, dan prosedur khusus dapat memudarkan flek hitam secara bertahap.
Suara.com - Melasma atau flek hitam pada wajah sering muncul sebagai efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal (KB), terutama pil KB kombinasi yang mengandung estrogen. Hormon tersebut dapat merangsang produksi melanin berlebih, sehingga menimbulkan bercak cokelat keabu-abuan yang biasanya simetris di pipi, dahi, hidung, atau atas bibir.
Kondisi ini semakin parah jika terpapar sinar matahari. Meski sebagian kasus memudar setelah menghentikan KB, banyak yang membutuhkan perawatan aktif. Berikut 10 cara mengatasi flek hitam melasma akibat efek samping KB yang didukung pendekatan medis dan perawatan harian.
1. Konsultasi Dokter dan Pertimbangkan Ganti Metode Kontrasepsi
Langkah pertama yang paling krusial adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dermatolog.
Karena estrogen menjadi pemicu utama, dokter mungkin menyarankan beralih ke metode non-hormonal (seperti IUD tembaga) atau pil progestin-only (pil mini).
Pada beberapa kasus, mengganti jenis KB sudah cukup membuat flek memudar secara bertahap.
2. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari Secara Ketat
Paparan UV adalah faktor terpenting yang memperburuk melasma. Gunakan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih setiap hari, bahkan saat di dalam ruangan atau cuaca mendung.
Pilih yang mengandung zinc oxide, titanium dioxide, atau iron oxide (tinted sunscreen) karena lebih efektif memblokir cahaya tampak.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Skincare Penghilang Flek Hitam untuk Usia 50 Tahunan, Lengkap dengan Review
Lengkapi dengan topi lebar, kacamata hitam, dan hindari sinar matahari antara pukul 10.00–16.00.
3. Gunakan Krim Pencerah Resep Dokter (Hydroquinone)
Hydroquinone adalah standar emas pengobatan melasma. Bahan ini menghambat enzim tirosinase yang memproduksi melanin.
Biasanya digunakan dalam konsentrasi 2–4 persen di bawah pengawasan dokter selama beberapa bulan, lalu diganti agar tidak menimbulkan efek samping jangka panjang.
4. Kombinasikan dengan Tretinoin dan Kortikosteroid
Krim kombinasi triple (hydroquinone + tretinoin + kortikosteroid dosis rendah) sering memberikan hasil terbaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook
-
Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci
-
Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor
-
Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi
-
Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet
-
Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo
-
Pertamina Lubricants Catat Volume Ekspor 11 Ribu KL ke 16 Negara