-
Menanam Pohon Pepaya di Depan Rumah dianggap menghambat aliran Chi.
-
Menanam Pohon Pepaya di Depan Rumah memicu perselisihan dan gatal getah.
-
Solusi Menanam Pohon Pepaya di Depan Rumah dipindahkan ke area belakang.
Suara.com - Kebanyakan orang menanam pohon di halaman depan rumah agar pekarangan lebih teduh sekaligus bisa menghasilkan buah-buahan sendiri, seperti menanam pohon pepaya di depan rumah.
Namun menurut Feng Shui, menanam pohon pepaya di depan rumah sebaiknya dihindari.
Menurut ilmu Feng Shui, pohon pepaya dianggap membawa sial jika berada di area depan hunian.
Berdasarkan Feng Shui, menanam pohon pepaya di halaman rumah bisa membuat rezeki seret dan hubungan penghuni tidak harmonis.
Bukan cuma soal kesehatan, tapi juga dikaitkan dengan urusan mistis hingga seretnya aliran rezeki.
Dalam ilmu Feng Shui, area depan rumah disebut sebagai Ming Tang atau ruang terang yang harus bersih dan terbuka.
Menanam pohon pepaya di area ini dianggap bisa menghambat aliran Chi atau energi positif yang masuk.
Pepaya dianggap sebagai simbol kehilangan harta benda.
Lalu, keberadaannya di depan pintu utama diyakini bisa memicu kesulitan keuangan dan kerugian usaha bagi penghuninya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Moisturizer Non-Comedogenic Beserta Klaim dan Harga
Selain itu, energi negatif yang dibawa pohon pepaya di pekarangan depan konon bisa menjalar ke hubungan antar-penghuni.
Mulai dari sering terjadi perselisihan dalam rumah tangga hingga hubungan yang kurang harmonis dengan tetangga sekitar.
Dari sisi kesehatan, pohon pepaya memiliki getah yang cukup keras dan bisa menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, hingga alergi serius bagi orang yang sensitif.
Selain itu, bentuk buahnya yang besar dan menggantung terkadang dianggap memiliki aura yang kurang baik bagi pandangan mata secara psikologis.
Solusi Menanam Pohon Pepaya di Depan Rumah
Bagi Anda yang sangat suka makan pepaya dan tetap ingin menanamnya, ada beberapa solusi agar tidak terkena sial.
Berita Terkait
-
Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Negara Kejar Setoran Lewat Pajak Kontrakan, Rakyat Kecil Terancam Menggelandang
-
Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali