- Rambut beruban terjadi akibat hilangnya pigmen melanin pada folikel rambut.
- Faktor genetika merupakan penyebab uban usia muda yang tidak dapat dicegah.
- Stres, penyakit autoimun, dan merokok memicu munculnya uban secara prematur.
Konsekuensi dari stres yang tidak terkelola meliputi gangguan tidur, kecemasan akut, perubahan nafsu makan, hingga lonjakan tekanan darah.
Lebih dari itu, tingkat stres yang tinggi secara langsung juga dapat memengaruhi kondisi folikel di kulit kepala.
Sebuah studi medis pada tahun 2020 menemukan bahwa stres memicu uban dengan cara merusak sel punca regenerasi pigmen rambut.
Pengaruh Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab medis utama di balik rambut beruban secara prematur.
Kondisi kelainan medis ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia justru berbalik menyerang sel-sel sehatnya sendiri.
Pada kasus penyakit seperti alopecia dan vitiligo, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut.
Serangan sel imun ini pada akhirnya menyebabkan hilangnya pigmen warna rambut secara drastis dalam waktu singkat.
Gangguan Kelenjar Tiroid
Baca Juga: Cara Memakai Masker Rambut dengan Benar: Rambut Jadi Lembut, Berkilau, dan Kuat
Perubahan keseimbangan hormonal yang disebabkan oleh gangguan tiroid sering kali menjadi pemicu utama munculnya uban dini.
Kondisi medis seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme diketahui sangat memengaruhi kapasitas produksi melanin di dalam tubuh.
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di pangkal leher yang mengendalikan berbagai fungsi metabolisme manusia.
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif dipastikan akan mengganggu kesehatan rambut dan menurunkan kadar pigmen warna.
Defisiensi Vitamin B-12
Munculnya uban pada usia dini dapat menjadi indikasi klinis bahwa tubuh sedang mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin B-12.
Vitamin vital ini memiliki peran esensial dalam memberikan asupan energi sekaligus mendukung siklus pertumbuhan rambut yang sehat.
Kekurangan vitamin B-12 selalu dikaitkan erat dengan kondisi anemia pernisiosa di dalam dunia medis.
Anemia jenis ini terjadi ketika sistem pencernaan tubuh manusia kehilangan kemampuan untuk menyerap asupan vitamin B-12 secara optimal.
Tubuh manusia sangat membutuhkan vitamin B-12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat secara berkesinambungan.
Sel darah merah inilah yang bertugas membawa suplai oksigen ke seluruh bagian tubuh, termasuk sel-sel yang memproduksi pigmen rambut.
Dampak Kebiasaan Merokok
Terdapat hubungan ilmiah yang sangat kuat antara fenomena rambut beruban prematur dengan kebiasaan merokok.
Sebuah penelitian klinis pada tahun 2013 menemukan koneksi langsung antara timbulnya uban sebelum usia 30 tahun dan konsumsi rokok.
Temuan tersebut kembali diperkuat oleh studi kesehatan terbaru pada tahun 2024 yang menyoroti dampak buruk tembakau.
Merokok diketahui menyempitkan pembuluh darah yang kemudian membatasi aliran darah kaya nutrisi menuju folikel rambut.
Selain menghambat peredaran darah, ribuan racun kimia di dalam rokok juga dapat merusak organ tubuh secara perlahan.
Kerusakan akibat paparan racun ini turut menyerang struktur folikel rambut sehingga mempercepat hilangnya pigmen warna alami.
Pencegahan dan Penanganan Medis
Kemampuan tubuh manusia untuk mengembalikan warna asli rambut sangat bergantung pada akar penyebab utamanya.
Rambut beruban yang kemunculannya didasari oleh mutasi genetik keluarga tidak dapat dicegah atau dibalikkan warnanya secara permanen.
Namun, jika kemunculan uban dipicu oleh masalah kesehatan, Anda sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Mengobati kondisi medis yang mendasarinya terkadang dapat merangsang kembali produksi pigmentasi rambut, meskipun keberhasilannya tidak selalu terjamin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari
-
OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!
-
CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026
-
Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar
-
Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa
-
Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan