Lifestyle / Komunitas
Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi tumbuh uban di usia muda. (Freepik/benzoix)
Baca 10 detik
  • Rambut beruban terjadi akibat hilangnya pigmen melanin pada folikel rambut.
  • Faktor genetika merupakan penyebab uban usia muda yang tidak dapat dicegah.
  • Stres, penyakit autoimun, dan merokok memicu munculnya uban secara prematur.

Konsekuensi dari stres yang tidak terkelola meliputi gangguan tidur, kecemasan akut, perubahan nafsu makan, hingga lonjakan tekanan darah.

Lebih dari itu, tingkat stres yang tinggi secara langsung juga dapat memengaruhi kondisi folikel di kulit kepala.

Sebuah studi medis pada tahun 2020 menemukan bahwa stres memicu uban dengan cara merusak sel punca regenerasi pigmen rambut.

Pengaruh Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab medis utama di balik rambut beruban secara prematur.

Kondisi kelainan medis ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia justru berbalik menyerang sel-sel sehatnya sendiri.

Pada kasus penyakit seperti alopecia dan vitiligo, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut.

Serangan sel imun ini pada akhirnya menyebabkan hilangnya pigmen warna rambut secara drastis dalam waktu singkat.

Gangguan Kelenjar Tiroid

Baca Juga: Cara Memakai Masker Rambut dengan Benar: Rambut Jadi Lembut, Berkilau, dan Kuat

Perubahan keseimbangan hormonal yang disebabkan oleh gangguan tiroid sering kali menjadi pemicu utama munculnya uban dini.

Kondisi medis seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme diketahui sangat memengaruhi kapasitas produksi melanin di dalam tubuh.

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di pangkal leher yang mengendalikan berbagai fungsi metabolisme manusia.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif dipastikan akan mengganggu kesehatan rambut dan menurunkan kadar pigmen warna.

Defisiensi Vitamin B-12

Munculnya uban pada usia dini dapat menjadi indikasi klinis bahwa tubuh sedang mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin B-12.

Vitamin vital ini memiliki peran esensial dalam memberikan asupan energi sekaligus mendukung siklus pertumbuhan rambut yang sehat.

Kekurangan vitamin B-12 selalu dikaitkan erat dengan kondisi anemia pernisiosa di dalam dunia medis.

Anemia jenis ini terjadi ketika sistem pencernaan tubuh manusia kehilangan kemampuan untuk menyerap asupan vitamin B-12 secara optimal.

Tubuh manusia sangat membutuhkan vitamin B-12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat secara berkesinambungan.

Sel darah merah inilah yang bertugas membawa suplai oksigen ke seluruh bagian tubuh, termasuk sel-sel yang memproduksi pigmen rambut.

Ilustrasu rambut beruban. (Shutterstock)

Dampak Kebiasaan Merokok

Terdapat hubungan ilmiah yang sangat kuat antara fenomena rambut beruban prematur dengan kebiasaan merokok.

Sebuah penelitian klinis pada tahun 2013 menemukan koneksi langsung antara timbulnya uban sebelum usia 30 tahun dan konsumsi rokok.

Temuan tersebut kembali diperkuat oleh studi kesehatan terbaru pada tahun 2024 yang menyoroti dampak buruk tembakau.

Merokok diketahui menyempitkan pembuluh darah yang kemudian membatasi aliran darah kaya nutrisi menuju folikel rambut.

Selain menghambat peredaran darah, ribuan racun kimia di dalam rokok juga dapat merusak organ tubuh secara perlahan.

Kerusakan akibat paparan racun ini turut menyerang struktur folikel rambut sehingga mempercepat hilangnya pigmen warna alami.

Pencegahan dan Penanganan Medis

Kemampuan tubuh manusia untuk mengembalikan warna asli rambut sangat bergantung pada akar penyebab utamanya.

Rambut beruban yang kemunculannya didasari oleh mutasi genetik keluarga tidak dapat dicegah atau dibalikkan warnanya secara permanen.

Namun, jika kemunculan uban dipicu oleh masalah kesehatan, Anda sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Mengobati kondisi medis yang mendasarinya terkadang dapat merangsang kembali produksi pigmentasi rambut, meskipun keberhasilannya tidak selalu terjamin.

Load More